BBPOM Pontianak Edukasi Pengelolaan Obat dan Cegah Resistensi Antimikroba di Sin

  • 01 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak hadir mengedukasi masyarakat pada kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Pengelola Fasilitas Pelayanan Kefarmasian yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang pekan lalu di Kecamatan Pasiran, Kota Singkawang.

PFM Ahli Mady Jimmy Tessa menerangkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kefarmasian dalam pengelolaan obat yang sesuai ketentuan alam memberikan pelayanan.

Dalam pengelolaannya obat harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, hingga penyerahan dan pelaporan, dengan memastikan obat berasal dari sumber resmi, memiliki izin edar, serta terjamin mutu, keamanan, dan khasiatnya,” terang Jimmy.

Dalam kegiatan ini lanjut Jimmy, peserta juga diberikan pemahaman penting terkait tata kelola penyimpanan obat yang benar, seperti pencatatan stok secara tertib, pemantauan masa kedaluwarsa, serta pengamanan obat-obatan tertentu seperti narkotika dan psikotropika.

“Penyerahan obat kepada pasien wajib sesuai dengan resep dokter, khususnya untuk obat keras seperti antibiotik, guna mencegah penyalahgunaan. Pengelolaan obat yang tidak tepat, seperti penggunaan tanpa resep atau penyimpanan yang tidak sesuai, dapat berdampak pada menurunnya kualitas obat dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Dalam sesi materi resistensi antimikroba, Jimmy menjelaskan, bahwa kondisi ini merupakan ancaman kesehatan global ketika mikroorganisme tidak lagi merespons obat, sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati. Faktor utama penyebabnya antara lain penggunaan antibiotik yang tidak rasional, konsumsi tanpa resep, serta penggunaan obat yang tidak bermutu atau palsu.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara tenaga kesehatan dan masyarakat untuk menerapkan pengelolaan obat yang benar serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya nyata mencegah resistensi antimikroba demi kesehatan masyarakat yang lebih baik,” tutup Jimmy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....