Nyepi di Kubu Raya Diwarnai Pawai Ogoh-Ogoh Meriah

  • 19 Mar 2026 22:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ratusan umat Hindu di Kabupaten Kubu Raya merayakan Nyepi di Pura Giriparti Mulawarman, Kamis 19 Maret 2026. Rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, bersama Kapolres Kubu Raya, Kadek Ary Mahardika.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan ritual Ngarak Ogoh-Ogoh yang melintasi Jalan Adisucipto hingga Simpang Brimob. Pawai patung raksasa yang melambangkan unsur negatif ini menyedot perhatian masyarakat yang memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan tradisi budaya tersebut.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Kantor SAR Pontianak I Made Junetra dan Kasat Pol PP Kalbar Suherman. Kehadiran mereka disambut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kalbar, Ida Sri Resi Putu Putra Bandem.

Memasuki pukul 18.00 WIB, suasana berubah hening saat sekitar 200 umat melaksanakan ritual Tawur Agung Kesanga. Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ida Sri Resi Putu Putra Bandem sebagai bagian penyucian diri dan alam sebelum memasuki Catur Brata Penyepian.

Kehadiran aparat dari Polres Kubu Raya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, sekaligus menjamin kebebasan umat dalam beribadah. Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan tersebut.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pawai Ogoh-Ogoh hingga prosesi Tawur Agung Kesanga, berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa nyaman kepada umat yang beribadah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa toleransi masyarakat Kubu Raya menjadi kekuatan utama dalam menjaga suasana tetap kondusif. “Semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan masyarakat sangat luar biasa. Kami berkomitmen menjaga momentum suci ini agar umat Hindu dapat menjalankan Nyepi dengan khusyuk,” katanya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar hingga malam hari. Umat Hindu selanjutnya bersiap menjalani masa hening selama 24 jam sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Saka 1948.

Baca juga: Perayaan Nyepi di Kubu Raya Tekankan Makna Penyucian Diri dan Toleransi⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....