Tak Perlu Ribet, Ini Cara Sederhana Kurangi Sampah Sehari-hari
- 17 Mar 2026 11:11 WIB
- Pontianak
RRO.CO.ID, Pontianak – Persoalan sampah masih menjadi tantangan di Kota Pontianak. Melalui Program Topik Serba Ada (TOSERBA), Ketua Forum Komunitas Hijau Pontianak, Vivi Norvika Hariyantini, mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Vivi mengungkapkan bahwa saat ini mulai terlihat tren positif di masyarakat, seperti kebiasaan membawa kantong belanja sendiri. Hal ini menjadi langkah awal dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan mendorong pola hidup ramah lingkungan.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Salah satu upaya yang dilakukan komunitas adalah memberikan ide, masukan, dan solusi, seperti pembentukan bank sampah di lingkungan sekolah.
“Dari teman-teman komunitas memberikan ide, masukan, solusi. Misal mulai bikin bank sampah dari sekolah,” ujar Vivi. Ia menambahkan, edukasi sejak dini penting agar anak-anak terbiasa memilah sampah dari lingkungan terdekatnya.
Selain itu, pendekatan kepada masyarakat juga terus dilakukan dengan menggandeng individu yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan seperti menanam pohon menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kebanyakan mereka itu peduli, tapi mereka enggak tahu caranya bagaimana, mereka mau belajar di mana. Padahal tempat untuk belajar tentang sampah itu ada, cuma tidak terekspos. Di sinilah peran anak muda di Kota Pontianak untuk turun ke masyarakat,” jelasnya.
Vivi menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab setiap individu. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal sederhana, seperti membawa botol minum dan wadah makanan sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Paling tidak mulai dari diri sendiri, mengurangi kebiasaan menghasilkan sampah-sampah,” katanya. Kebiasaan kecil tersebut dinilai mampu mengurangi beban petugas kebersihan sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.
Lebih lanjut, Vivi juga mendorong masyarakat untuk melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah, seperti membuat lubang biopori untuk sampah organik atau mengolahnya menjadi kompos dan ecoenzim. Ia juga mengajak masyarakat untuk bergabung dengan bank sampah guna mengolah sampah anorganik menjadi produk bernilai guna.
Menutup dialog, Vivi menyampaikan pesan agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah. “Mulai belajar mengurangi sampah plastik, tidak malu membawa wadah sendiri, dan ingat bahwa urusan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Kita juga harus belajar menghargai petugas kebersihan,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....