Sujiwo Ingin Ponpes Jadi Pilihan Utama Bagi Pendidikan Anak Kubu Raya

  • 16 Mar 2026 23:01 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bupati Kubu Raya Sujiwo menginginkan Pondok Pesantren (Ponpes) jadi pilihan utama bagi pendidikan anak-anak Kubu Raya. Hal ini sebagai cara bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mendorong kemajuan pondok pesantren yang ada di Kabupaten itu.

"Kubu Raya merupakan kabupaten yang memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Kalimantan Barat, bahkan di pulau Kalimantan. Makanya saya menginginkan keberadaan Ponpes ini mampu menjadi wadah pendidikan terbaik bagi anak-anak Kubu Raya," kata Bupati Sujiwo saat menggelar buka puasa bersama Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, dengan para Alim Ulama, Para Habaib, Pimpinan Pondok Pesantren, Forkopimda, Anggota DPRD, Tokoh Masyarakat serta sejumlah Awak Media di kediamannya Komplek Mediterania Palace pada Sabtu, 14 Maret 2026 petang.

Menurut Sujiwo, untuk mewujudkan itu tentunya setiap pesantren harus memiliki sarana dan prasarana yang layak dan baik untuk pendidikan agama. Baik itu asramanya, masjidnya, sanitasinya harus bersih dan para pengajarnya juga harus memiliki kualitas ilmu agama yang baik. Tentunya hal ini sangat penting untuk keberlangsungan pendidikan, agar para santri merasa lebih betah dan menerima pendidikan yang benar-benar memberikan ilmu agama yang baik.

"Untuk kita mewujudkan itu, tentunya setiap pesantren harus memiliki tantangan bagaimana agar setiap orang tua santri memiliki keyakinan dan kepercayaan ketika mengirimkan anak-anak tercintanya ke pesantren," ucap Sujiwo.

Sujiwo menjelaskan, selain pesantren, Pemkab Kubu Raya juga memperhatikan pendidikan bagi agama lain yang ada di Kabupaten Kubu Raya, baik itu Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu.

"Seperti sekolah Minggu maupun sekolah-sekolah di luar muslim juga akan kami perhatikan. Hal ini bertujuan untuk membangun karakter, mental, spiritual masyarakat Kabupaten Kubu Raya," ujar Sujiwo, menjelaskan.

Sementara itu, Habib Thoha bin Husien Al-Jufri mendukung penuh keinginan mulia Bupati Sujiwo yang menjadikan pesantren sebagai pendidikan utama bagi anak-anak Kubu Raya. Karena menurutnya, pesantren bukan wadah untuk pembuangan anak-anak nakal, namun menjadi pilihan utama bagi anak-anak yang sudah lulus SMP maupun SMA.

"Karena di pesantren itu pendidikannya 24 jam, bagi santri Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA) dan semuanya terpantau oleh ustadz dan ustadzahnya, sehingga setiap orang tua tidak ada lagi keresahan dan bimbang ketika memasukkan anaknya ke pesantren," ucap Habib Thoha.

Baca juga: Anak- anak Disabilitas dan Relawan Berbagi Kebaikan di Bulan Suci Ramadan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....