Konflik Timur tengah Belum Reda Ketua ASPHIRASI Kalbar Minta Umrah Ditunda

  • 03 Mar 2026 14:09 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Ketua DPD ASPHIRASI Kalimantan Barat Ahmad Kholil meminta seluruh penyelenggara umrah di daerah itu menunda keberangkatan jemaah hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif.

Menurut Kholil, dampak konflik yang terjadi saat ini sudah dirasakan langsung oleh jemaah asal Kalbar, bahkan ada yang tertahan sejak sepekan terakhir.

“Sudah ada jemaah kita dari Kalimantan Barat yang tertahan. Skala dampaknya sekarang semakin besar dan jadwal penerbangan sudah tidak memungkinkan untuk memberangkatkan jemaah,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian terkait telah mengimbau agar penyelenggara tidak memberangkatkan jemaah untuk sementara waktu.

Kholil mengakui, persoalan muncul bagi jemaah yang visanya telah terbit dan tiket penerbangannya sudah di-issued.

“Kalau visa karena sistem, itu relatif sulit untuk dikembalikan. Tetapi untuk tiket, karena ini kondisi force majeure, kemungkinan masih bisa diajukan refund atau dijadwal ulang saat situasi membaik,” kata Kholil.

Ia menambahkan, meskipun penerbangan langsung seperti Saudia, Garuda, dan Lion Air masih tersedia, kondisi keamanan dinilai belum sepenuhnya aman, sementara penerbangan transit melalui sejumlah negara terdampak banyak yang tidak beroperasi.

Selain itu, kepadatan jemaah di Arab Saudi juga menjadi perhatian, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai lebih dari dua juta orang, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan akomodasi.

“Atas nama DPD ASPHIRASI Kalbar, kami menghimbau agar keberangkatan ditunda dulu. Fokus kita sekarang bagaimana jemaah yang sudah ada di sana bisa dipulangkan dengan selamat,” ujar Khalil,menegaskan.

ASPHIRASI Kalbar bersama pengurus pusat dan daerah saat ini terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik bagi jemaah yang terdampak situasi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....