Perubahan Skema Dana Koperasi Merah Putih dari DD
- 23 Feb 2026 13:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Akademisi Universitas Muhammadiyah Pontianak Edi Suprianto, menilai terdapat perubahan skema pembiayaan Koperasi Merah Putih di desa-desa. Skema terbaru disebut memanfaatkan sebagian dana desa untuk mendukung pembentukan koperasi, sementara sisanya tetap dialokasikan untuk kebutuhan reguler desa.
Menurut Edi, pemotongan sebagian dana desa tersebut diarahkan untuk pembiayaan awal koperasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyediaan gerai, kendaraan operasional, hingga alokasi modal usaha. Selain dari dana desa, sumber dana juga diharapkan berasal dari partisipasi anggota koperasi.
Namun demikian, ia menilai kondisi riil masyarakat desa saat ini masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Kemampuan warga untuk menopang operasional koperasi melalui iuran anggota dinilai belum memadai, sehingga koperasi belum bisa sepenuhnya mengandalkan kontribusi internal masyarakat.
“Kondisi riil masyarakat di desa, ekonomi secara umum kemampuan warga masih minim bekum cukup untuk mengopersionalkan koperasi jika berasal dari warga untuk koperasi sehingga belum bisa mengandalkan sepenuhnya dari iuran anggota koperasi,” jelasnya, Senin, 23 Februari 2026.
Edi menyebut, sejumlah tanda realisasi program sudah mulai terlihat. Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di beberapa desa telah dimulai, dengan lahan yang dimiliki pemerintah daerah. Selain itu, pengadaan kendaraan operasional juga telah memasuki proses tender dari pemerintah India.
Menurutnya pemerintah pusat terus mendorong percepatan pembentukan koperasi agar segera beroperasi. Targetnya, paling lambat Juni 2026 koperasi sudah berjalan sehingga mampu menggerakkan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....