APINDO Kalbar Tegaskan Dukungan Pers Aman Profesional
- 10 Feb 2026 15:18 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, ontianak - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Barat menegaskan komitmen mendukung kebebasan pers sekaligus keamanan jurnalis dalam peliputan lapangan.
Dukungan tersebut dinilai penting karena media memiliki peran strategis dalam mendorong iklim dunia usaha yang sehat dan transparan.
Ketua APINDO Kalbar, Andreas Acui Simanjaya, menyampaikan hal tersebut dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN), Senin 9 Februari 2026.
Ia berharap insan pers mampu menyajikan pemberitaan yang objektif dan apa adanya terkait kondisi dunia usaha.
“Di Hari Pers Nasional ini, kami berharap media menyampaikan berita secara transparan dan faktual mengenai dunia usaha,” ujar Andreas.
Namun demikian, ia mengingatkan agar kebebasan pers tidak disalahgunakan. Menurutnya, media harus menjunjung tinggi etika jurnalistik dan menghindari pemberitaan hoaks maupun tendensius.
“Jangan sampai media menyampaikan berita hoaks atau menyudutkan entitas tertentu dengan motif dan kepentingan pribadi pengelola media,” kata Andreas.
Andreas juga menyoroti bahwa secara umum kebebasan pers, baik di dunia maupun di Indonesia, belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh awak media. Ia menilai masih terdapat kasus intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan terhadap jurnalis saat melaksanakan peliputan.
“Kita kadang-kadang masih melihat adanya intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap awak media dalam menjalankan tugasnya,” kata Andreas.
Meski demikian, APINDO Kalbar tetap optimistis kondisi keamanan bagi jurnalis akan semakin membaik di masa mendatang. Andreas menegaskan, APINDO mendukung kebebasan pers sebagai bagian dari kemajuan bangsa dan alat kontrol sosial yang penting.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan akurasi pemberitaan.
“Jangan sampai kebebasan pers kebablasan sehingga menghasilkan peliputan yang tidak seimbang dan tidak adil bagi dunia usaha,” ujar Andreas.
Ia juga mendorong awak media untuk terus meningkatkan literasi agar hasil liputan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu mencerdaskan masyarakat.
Menurut Andreas, hubungan yang baik antara perusahaan dan media akan menghasilkan pemberitaan yang berimbang dan akurat, karena didukung komunikasi serta pemahaman yang baik dari kedua belah pihak.
Ia mengingatkan bahwa berita hoaks dapat berdampak serius bagi dunia usaha, baik dari sisi reputasi maupun finansial.
“Berita hoaks bisa membuat perusahaan kehilangan kepercayaan, merusak reputasi, bahkan berdampak pada nilai saham dan hubungan bisnis,” ucap Andreas.
Untuk itu, Andreas berharap profesionalisme insan pers terus meningkat seiring keberadaan Undang-Undang Pers sebagai pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik secara bertanggung jawab.
“Hoaks akibat ketidakprofesionalan tentu merusak dunia usaha. Ke depan, kami berharap insan pers semakin profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tutur Andreas , menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....