Ketua AMSI Kalbar: UKJ Sarana Tingkatkan Kapasitas Jurnalis

  • 09 Jul 2026 22:55 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • UKJ AMSI 2026
  • AMSI Kalbar
  • Kapasitas Jurnalistik

RRI.CO.ID, Pontianak - Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat, Muhlis Suheiri menegaskan, Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) merupakan bagian dari komitmen AMSI dalam meningkatkan pengetahuan keterampilan para jurnalis yang ada di Kalimantan Barat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan UKJ AMSI Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis, 9 Juli 2026.

"Dua program yang AMSI miliki yaitu, membuat konten yang baik dan membuat bisnis berkelanjutan. UKJ adalah bagian dari program tersebut, karena itu ini menjadi konsen AMSI untuk menyelenggarakan UKJ," ujar Muhlis.

Ia juga mengatakan, bahwa UKJ adalah sarana bagi jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tetap relevan sebagai pilar keempat demokrasi. Ia mengingatkan peran krusial jurnalis sebagai pengawas dalam kehidupan berbangsa.

"Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru," katanya.

Muhlis mengharapkan semakin banyak jurnalis Kalbar yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang baik di bidang jurnalistik. "Kita berharap akan lahir produk - produk jurnalistik yang baik, serta jurnalis yang punya integritas," imbuhnya.

Kegiatan UKJ AMSI Kalbar 2026 ini menghadirkan lima penguji dari Kompas. Ketua Penguji dari Lembaga Penguji Kompas, Johanes Heru Margianto, memaparkan data memprihatinkan dari laporan Reuters Digital Institute yang menunjukkan tingkat kepercayaan global terhadap media berada di bawah 50 persen. Di Indonesia, angkanya bahkan lebih rendah, yakni di kisaran 3,8 hingga 3,9.

Heru menyebutkan bahwa audiens kini mulai beralih ke media sosial, influencer, hingga teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Gemini dan Meta untuk mencari informasi. Oleh karena itu, integritas menjadi satu-satunya benteng terakhir bagi insan pers.

"Apa kemudian yang tersisa dari kita kalau kepercayaan terhadap media secara global maupun lokal itu tidak melebihi dari separuh. Yang bisa kita pertahankan adalah integritas dan kredibilitas," tegas Heru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....