Pasar Modal Indonesia Tutup 2025 dengan Capaian Solid
- 06 Feb 2026 20:58 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja solid ditandai lonjakan investor aktivitas perdagangan dan rekor kapitalisasi pasar. Kepala Pelaksana Harian Wilayah BEI Kalimantan Barat, Ardhy Anto, menyebutkan capaian positif tersebut tercermin dari meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Sepanjang 2025, total investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 36,67 persen dibandingkan tahun 2024 menjadi 20,3 juta investor.
“Khusus untuk investor saham dan surat berharga lainnya, terdapat peningkatan lebih dari 2,2 juta investor menjadi 8,59 juta investor saham,” ujar Ardhy Anto di Pontianak, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia mengatakan, pertumbuhan signifikan jumlah investor ini tidak terlepas dari program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif oleh BEI.
Melalui Kantor Perwakilan dan Galeri Investasi BEI, sepanjang 2025 telah diselenggarakan 29.474 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi, baik secara langsung maupun melalui webinar, dengan total peserta mencapai 2.820.702 orang.
Selain itu, BEI juga melaksanakan 17.575 kegiatan edukasi pasar modal secara virtual melalui media sosial dengan jangkauan audiens sebanyak 24.092.031 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dari sisi pencatatan efek, BEI berhasil membukukan 26 saham baru dengan total dana IPO saham mencapai Rp18,1 triliun, sehingga jumlah perusahaan tercatat saham meningkat menjadi 956 perusahaan.
Capaian lainnya meliputi pencatatan 181 emisi obligasi dan sukuk, tiga Exchange-Traded Fund (ETF), satu Efek Beragun Aset (EBA), serta 647 waran terstruktur sepanjang tahun 2025. Kinerja pasar modal Indonesia juga tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 22,10 persen secara year-to-date di level 8.644,26.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp18,06 triliun, dengan volume transaksi harian mencapai 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian sebanyak 1,78 juta kali.
"Aktivitas perdagangan selama 2025 mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high), termasuk rekor kapitalisasi pasar yang menembus Rp16 ribu triliun," katanya.
Baca juga: OJK ADB Dorong Keuangan Berkelanjutan Pasar Obligasi Lokal
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....