Damkar Majapahit Siap Bantu Warga Sekitar

  • 03 Feb 2026 18:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Syarif M. Zaki Alaydrus, ketua pemadam kebakaran Majapahit yang telah empat tahun menjadi relawan, menyatakan siap membantu warga di wilayah sekitarnya. Meski pemadam kebakaran (damkar) ini tergolong baru, sebagai ketua, Zaki merasa senang dapat membantu korban kebakaran. 

“Saya fokuskan kepada anggota saya untuk menjaga kota dulu, karena kita tidak tau kebakaran rumah, kapan saja bisa terjadi. Kalau kita berbondong-bondong ke sana, nanti di kota tidak tertangani kalau ada kebakaran,” ujarnya saat “Ngobras” di Pro 1 RRI Pontianak Senin, 2 Februari 2026.

Damkar Majapahit menggunakan peralatan portable yang diakuinya sangat efisien, terutama jika kebakaran yang terjadi di kawasan sempit. Cukup dengan mengendarai sepeda motor ia sudah bisa menangani kebakaran yang terjadi. 

“Kami punya armada roda dua yang di setel memang khusus jalan kecil dilengkapi dengan mesin portable,” ujarnya

Dengan menggunakan alat komunikasi POC (HT kecil) yang tersambung ke seluruh Indonesia sehingga dapat terhubung dengan personilnya. “Kalau dapat info lewat POC yang bisa tersambung ke seluruh Indonesia. Dengan demikian kami bisa mendengar info kebakaran dan langsung turun membantu,” katanya.

Mengaku tergerak karena kemanusiaan, Zaki Ikhlas membantu korban kebakaran meski tanpa bayaran. Selain sebagai relawan pemadam, ia juga bekerja sebagai petani hidroponik.

“Relawan seperti kami tidak bergaji dan tidak stand by 24 jam di posko, yang diutamakan pekerjaan utama relawan. Tapi jiwa sosial mereka kuat, kalau sudah mendapat info dari HT atau HP, mereka meluncur ke TKP dan mencari jajaran masing masing,” ucapnya.

Sebagai relawan ia mengaku tidak dapat pelatihan dan hanya belajar dari relawan lain yang sudah lebih berpengalaman di lapangan. Untuk menghindari kecelakaan kerja saat pemadaman api ia selalu mengingatkan anggotanya untuk berhati hati.

“Saya amanahkan anggota saya, pertama SOP-nya safety, gunakan sesuai saat turun lapangan, siapkan sepatu boot, baju safety, helm pengaman, jika suatu saat ada kayu yang jatuh, maka kepala kita terlindungi,” katanya lagi.

Sebagai relawan pemadam menurutnya kendala utamanya adalah minimnya atau tidak adanya titik api di dekat TKP. “Kendala kami adalah titik air jauh dari pemukiman, gorong-gorong sumbat terutama di gang sempit,” ujar Zaki.

Kendala lainnya jika kebakaran terjadi saat musim kemarau, bahkan titik air di TKP tidak ada sama sekali. Mengatasi hal tersebut, Zaki berkoordinasi dengan damkar swasta lainnya dengan menyalurkan air secara estafet. 

“Satu per satu menyalurkan ke titik dekat kebakaran, kami buat kolam gunakan terpal besar seperti tong lalu disedot menggunakan mesin portable, supply-nya dari tangki di mobil,” ujarnya.  

Selain tugasnya memadamkan kebakaran, damkar juga rescue terhadap warga yang membutuhkan bantuan jika menghadapi kesulitan.  “Selain memadamkan api kami juga rescue, misalnya kucing terjebak dalam gudang, cincin tidak bisa lepas, ada ular masuk di plafon dan dek rumah, kunci jatuh di selokan yang ada jeruji besinya, mereka manggil damkar,” ujarnya mengakhiri.


Baca juga: Wagub Kalbar Apresiasi Damkar Raih IKM Nasional 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....