Akademisi Kehutanan Untan Jelaskan Teknologi Pengelolaan Air Gambut
- 02 Feb 2026 13:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Gusti Hardiansyah menilai teknologi water management pelaku Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH_ maupun Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan budi daya gambut tergolong canggih. Menurut Prof. Gusti, pengelolaan tata air di kawasan gambut perusahaan sebenarnya telah dirancang. Namun, hal tersebut kerap kurang dipahami dan jarang diangkat secara utuh oleh sebagian kalangan termasuk media.
“Teknologi water management di perusahaan itu canggih. Sayangnya, sering kali tidak dilihat secara menyeluruh, sehingga yang muncul justru tudingan dan fitnah,” ujarnya saat menjadi narasumber Pontianak Menyapa Senin, 2 Februari 2026.
Ia menekankan pentingnya penggunaan data dan basic science dalam menilai pengelolaan gambut. Tanpa pemahaman ilmiah yang memadai, maka publik bisa mudah keliru.
“Datanglah dengan data dan dasar ilmu pengetahuan. Mendefinisikan saja tidak bisa, apalagi sampai membahas secara mendalam,” tegasnya.
Prof. Gusti menjelaskan, dalam sistem water management, tinggi dan rendahnya muka air tanah dapat diatur sesuai kebutuhan dan kondisi musim. Pengaturan tersebut mencakup penentuan kapan muka air dibuat pada level tertinggi maupun terendah. Pada kondisi tertentu, kanal justru berfungsi untuk menahan air agar tidak keluar dari kawasan gambut, sehingga tetap basah dan tidak mengalami kekeringan. Karena itu, fungsi kanal di kawasan gambut sebagai sarana pembasahan dan pengendalian tata air.
“Pada waktu muka air tertinggi, kanal diatur supaya air tidak pergi. Itulah fungsi utama kanal di kawasan gambut, yakni untuk pembasahan,” jelasnya.
Baca juga: Tata Kelola Lahan Gambut Jaga Muka Air Tanah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....