Tata Kelola Lahan Gambut Jaga Muka Air Tanah

  • 02 Feb 2026 13:31 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Gusti Hardiansyah, menegaskan bahwa berhasil atau tidaknya pengelolaan lahan gambut dapat dilihat diantaranya dari muka air tanah atau water management level. Menurut Prof. Gusti, pemerintah menargetkan muka air tanah gambut terjaga di level 40 sentimeter.

Dalam upaya pengelolaan gambut, pemerintah sebelumnya membentuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Namun, lembaga tersebut kini telah dibubarkan. Prof. Gusti menilai pembubaran BRGM menunjukkan bahwa pemerintah pusat merasa telah mampu mengelola lahan gambut dan menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada pemerintah daerah.

“Faktanya kini kita tidak berhasil mengelola gambut, skat kanal yang dibangun malah tidak berfungsi dengan baik, airnya lari kemana-mana,” jelasnya saat menjadi narasumber Pontianak Menyapa Senin, 2 Februari 2026.

Padahal, kata dia, pengelolaan gambut seharusnya dilakukan melalui pembasahan lahan. Salah satu upayanya adalah dengan membangun sekat kanal. Namun pada kenyataannya, saat musim kemarau air di kanal justru tidak tersedia.

“Ketika musim kering, airnya tidak ada. Ini bukti bahwa kita belum mampu mengelola lahan gambut dengan baik,” tegasnya.

Akibat kondisi tersebut, lahan gambut menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Kebakaran gambut yang berulang, menurut Prof. Gusti, menunjukkan kegagalan pengelolaan dan berujung pada bencana lingkungan.

Ia menjelaskan, gambut memiliki fungsi alami seperti spons. Gambut terbentuk akibat kondisi topografi tertentu dengan akumulasi bahan organik seperti dedaunan dan ranting yang membusuk secara anaerob, atau sering disebut sebagai tanah “spok”.

“Saat musim hujan, gambut mampu menyimpan air. Tapi ketika kering, airnya justru lari ke mana-mana,” jelasnya.

Kondisi inilah yang membuat lahan gambut rentan mengalami kekeringan ekstrem dan memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau panjang.


Baca juga: Penanaman Jagung Hibrida Kuartal I Desa Ratu Elok

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....