BPBD Kalbar: Karhutla Meluas Segera tetapkan Status Siaga

  • 29 Jan 2026 21:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak- Karhutla yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah Kabupatem/Kota di Kalbar menyebabkan kondisi udara memburuk. Menanggapi hal itu, BPBD Provinsi Kalbar melakukan tindakan cepat menangani karhutla yang terjadi. Bahkan berdasarkan data BMKG sebelumnya ada lebih dari 200 titik panas kini menjadi 27 titik panas.

“Data BMKG sebaran titik panas di Kalbar pada 28 Januari ada 27. Setelah diground cek hari ini terdapat beberapa Kabupaten/Kota, terdapat laporan bahwa ada titik api di Kabupaten Landak, Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Ketapang,”ujar Daniel, SE, Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penaggulangan Bencana BPBD Prov. Kalbar saat dialog Ruang Terbuka di RRI Pro 1 Pontianak Kamis, 29 Januari 2026.

Berdasarkan data yang diterima dari BMKG, pihak BPBD segera melakukan penanganan sesuai SOP tugas. “Petugas kita begitu mendengar informasi dari BMKG oleh pusat pengendali operasi, kita harus melakukan ground cek,”ujarnya.

JIka di temukan adanya titik api, pihaknya segera melakukan ground cek. Daniel menjelaskan langkah langkah lanjutan seperti melakukan operasi pemadaman maupun pendinginan.

“Jika terdapat satu titik kategori menengah, ini di cek. Kalau api, harus dilakukan operasi pemadaman, tetapi kalau apinya sudah menyala akan dilakukan operasi pendinginan terlebih dahulu dengan menyemprotkan air atau busa anti api ke sekitarnya, tidak langsung menembak sasarannya,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa sampai hari ini BPBD dan pihak terkait masih terus berjibaku di lapangan dalam menangani karhutla yang terjadi. “BPBD bekerjasama dengan banyak pihak, TNI/Polri, relawan, dan damkar swasta,”ujarnya.

Banyaknya karhutla yang terjadi saat ini di wilayah Kalbar, BPBD mendorong pemerintah Kabupaten/Kota untuk menetapkan status siaga bencana asap akibat karhutla. “Karena kalau tidak ditentukan, maka penanganan nya masih tidak optimal, dengan penetapan status siaga itu kita akan lebih terarah, terorganisir, dan melibatkan banyak pihak,”ujarnya mengakhiri.

Baca juga: Update Cuaca di Kalbar 29 Januari 2026

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....