Kubu Raya Zero Hotspot, Karhutla Berhasil Dipadamkan Total

  • 27 Jan 2026 16:32 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tim Siaga Karhutla Kubu Raya menuntaskan pemadaman seluruh hotspot di sembilan kecamatan hingga status zero tercapai hari ini.

Kerja keras Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya akhirnya membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan pantauan terbaru, Selasa, 27 Januari 2026, seluruh titik api di sembilan kecamatan berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang sebelumnya sempat dihadapkan pada ancaman kabut asap akibat pembakaran lahan ilegal. Upaya pemadaman intensif dilakukan sebagai respons cepat terhadap potensi gangguan kesehatan dan lingkungan.

Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) lakukan pendinginan lahan gambut yang berhasil dipadamkan (Foto : Pllres Kubu Raya)

Berdasarkan data aplikasi pemantauan lancangkuning.net, kondisi Kabupaten Kubu Raya kini berstatus nihil titik api. Cuaca di lapangan tercatat cerah berawan dengan suhu udara rata-rata 29 derajat Celsius.

Meski kelembaban udara berada di angka 66 persen dengan arah angin dominan dari Timur Laut yang berpotensi mempercepat penyebaran api, kesiapsiagaan petugas di titik-titik rawan mampu menjaga situasi tetap terkendali.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat, mulai dari TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga relawan pemadam kebakaran.

“Keberhasilan zero titik api ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh tim di lapangan demi melindungi masyarakat dari bahaya asap,” ujar Ade.

Meski demikian, kepolisian mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat semua pihak lengah. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, sementara Tim Siaga Karhutla akan terus melakukan patroli dan pemantauan rutin.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan mitigasi dan sosialisasi masih terus dilakukan di wilayah rawan gambut guna mengantisipasi potensi perubahan cuaca ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....