Banjir Sanggau Rendam Ratusan Rumah, Akses Terputus
- 11 Jan 2026 16:43 WIB
- Pontianak
KBRN, Sanggau: Hujan deras sejak Sabtu hingga Minggu (11/1/2026), memicu banjir, merendam ratusan rumah warga di Sanggau, Kalimantan Barat. Luapan air akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sanggau tersebut juga memutus akses transportasi di wilayah perbatasan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 1204/Sanggau bersama instansi terkait menerjunkan personel untuk memantau serta membantu penanganan banjir di Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.
Hasil pantauan hingga pukul 08.30 WIB menunjukkan Kecamatan Sekayam menjadi wilayah terdampak terparah. Banjir setinggi hingga 20 centimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan.
Di Desa Pengadang, banjir setinggi dua meter merendam 45 hektare lahan dan berdampak pada 138 kepala keluarga. Di Desa Sotok, sebanyak 185 kepala keluarga terdampak. Sementara di Desa Balai Karangan, 471 rumah terendam sehingga melumpuhkan aktivitas warga.
Banjir juga menggenangi Jalan Lintas Malindo penghubung Sekayam–Entikong serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dengan ketinggian air mencapai 115 sentimeter. Jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam.
“Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan bantuan rakit dan perahu warga,” ujar Dandim.
Sementara, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai membaik. Air telah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah masing-masing.
Di Kecamatan Beduai, banjir melanda Dusun Beringin dan Dusun Beduai, Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Jalan Lintas Malindo Beduai–Sekayam juga tergenang 10 hingga 15 sentimeter dan masih perlu diwaspadai.
Kodim 1204/Sanggau bersama Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD, Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta memastikan keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa.
Dandim 1204/Sanggau menegaskan pihaknya siaga 24 jam dan mengimbau warga segera melapor jika debit air kembali meningkat. Hingga Minggu siang, hujan masih mengguyur dan kondisi banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan.
Baca juga: BPBD Kalbar Catat 29 Kejadian Banjir di 2025
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....