Kelompok Petani Ternak Tebar 25 Ribu Bibit Nila
- 21 Des 2025 22:04 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Kelompok Petani dan Peternak Budi Mulia Urban Farm Pontianak benar - benar memanfaatkan lahan yang ada di lingkungan perumahan untuk budidaya Ikan Nila menggunakan metode Bioflok. Sebagai langkah budidaya, kelompok ini menebar 25 ribu bibit ikan nila pada kolam buatan yang tersedia, Minggu (21/12/2025).
Ketua Kelompok Petani dan Peternak Budi Mulia, Hamzah mengatakan budidaya ikan nila ini dilakukan untuk menghidupkan perekonomian masyarakat di Gg. Budi Mulia, Pontianak Kota.
"ke depan, masyarakat di daerah Budi Mulya ini bisa berpotensi untuk untuk menghasilkan budidaya ikan. Jadi kita menfaatkan lahan - lahan dan mengisi waktu para pensiunan supaya bisa menjadi lansia yang aktif," ujar Hamzah.
Hamzah juga menambahkan, selain untuk menunjang kemajuan Urban Farm, ia berharap adanya dorongan instansi dan pihak terkait untuk membantu dalam hal pendanaan sehingga usaha tersebut bisa berkembang serta menjadi contoh bagi teman - teman lain.
Budidaya ikan nila tersebut merupakan pengembangan dari kelompok tani.
"Kalau kemarin untuk lele, masih terdapat kendala dari segi pasar, sekarang untuk nila ini malah kita kewalahan karena permintaan yang meningkat. Jadi pembeli minta stok dari kita 500 - 600 ekor/hari, jadi masih dirasa sangat kurang," tutur Hamzah.
Sementara itu anggota DPRD Kota Pontianak, Husin sangat mengapresiasi budidaya dari Kelompok Petani dan Peternak Budi Mulia, dalam membudidayakan ikan nila dengan metode Biofolk sehingga membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.
"Saya sangat mendukung, waktu di Komisi II dulu, saya juga minta kepada Dinas Pertanian, perikanan, dan pangan agar memperbanyak bantuan untuk masyarakat," kata Husin, menjelaskan.
Husin melihat banyak juga para pensiunan yang bergabung dalam usaha budidaya ikan ini. Kemudian, potensi perikanan terutama budidaya ikan nila sangat tinggi. Terlebih di Pontianak banyak tempat makan lamongan yang membutuhkan pasokan ikan.
"Kalau nila ini pertumbuhan budidayanya pesat, tidak berbau, dan harga juga naik. Kami dorong tahun depan untuk memperbesar anggaran pertanian, pqngan, dan perikanan," ujar Husin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....