Ngopi Bareng, Polres Kubu Raya Tampung Aspirasi Mahasiswa

  • 02 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Polres Kubu Raya merangkul mahasiswa dan pemuda melalui dialog santai guna memperkuat komunikasi serta menjaga kondusivitas daerah. Polres Kubu Raya menggelar diskusi bertajuk Ngopi Bareng bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Kubu Raya di Hotel Harmony In, Sungai Raya, Selasa, 2 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bertukar gagasan antara kepolisian dan kalangan mahasiswa dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Kasatintelkam Polres Kubu Raya IPTU Iman Kurniawan melalui Kasubsie Penmas Aiptu Ade mengatakan, kegiatan itu merupakan komitmen Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika untuk terus memperkuat kemitraan dengan elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Menurut Ade, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan serta pengawasan dari kalangan akademisi dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. “Dalam menjaga situasi kamtibmas serta menyelesaikan berbagai permasalahan di wilayah Kubu Raya, kami membutuhkan dukungan dan pengawalan dari mahasiswa,” ujarnya.

Suasana diskusi yang berlangsung santai sengaja dipilih agar tercipta komunikasi yang lebih terbuka dan dekat antara kepolisian dengan generasi muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit I Satintelkam Polres Kubu Raya IPDA Dodik Yulianto bersama perwakilan BEM Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, HMI, PMKRI, BEM STAKN Kubu Raya, dan Pemuda Muhammadiyah.

Dalam forum tersebut, IPDA Dodik mengajak mahasiswa ikut mengawal stabilitas politik menjelang pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa yang akan berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya pada bulan Juni. Ia menilai peran mahasiswa sanga strategis dalam menjaga netralitas dan mendorong proses demokrasi desa berjalan dengan baik.

Perwakilan PMKRI Kubu Raya, Eipidius Ariwibowo, menyatakan komitmennya untuk menjaga sikap netral serta ikut mengawasi jalannya PAW Kepala Desa agar berlangsung sesuai aturan. Selain membahas isu politik desa, mahasiswa dan organisasi kepemudaan juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat.

Perwakilan Pemuda Muhammadiyah menyoroti persoalan keselamatan lalu lintas akibat minimnya penerangan jalan, pelanggaran berkendara melawan arus, hingga maraknya aksi balap liar di sejumlah ruas jalan di Kubu Raya. Sementara itu, perwakilan HMI menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang dinilai belum tepat sasaran serta dugaan adanya kelompok tani fiktif yang merugikan petani.

Mereka juga menyampaikan keluhan terkait kondisi infrastruktur pendidikan yang rusak, belum meratanya akses listrik di daerah terpencil, serta perlunya percepatan pembangunan yang lebih berkeadilan. Dari kalangan PMKRI, aspirasi yang mengemuka berkaitan dengan kesulitan nelayan di Kecamatan Sungai Kakap memperoleh pasokan BBM serta polemik pengolahan arang bakau di Kecamatan Batu Ampar.

Polres Kubu Raya menilai dialog terbuka seperti ini menjadi sarana efektif untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas daerah.

Baca juga: Darurat Narkoba di Pesisir, Batu Ampar Jadi Perhatian DPRD Kubu Raya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....