Pemkot Pontianak Bangkitkan Kembali Pertanian Lidah Buaya

  • 25 Nov 2025 13:29 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Sektor pertanian Lidah Buaya (Aloe Vera) di Kecamatan Pontianak Utara sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Namun, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah mengupayakan akan membangkitkan kembali melalui sebuah program yang dicanangkan dengan jargon unik yakni Cinta Lidah Buaya Bersemi Kembali (CLBK).

Plt. Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Much. Yamin mengatakan, bahwa dalam dua tahun terkahir ini Pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah. "Tahun depan kami mencoba akan memberikan beberapa bantuan untuk kembali menghidupkan Lidah Buaya ini. Memang pas Covid-19, Lidah Buaya kayak mati suri gitu. Jadi, dulu kami bisa menghasilkan cukup banyak di segmen Lidah Buaya ini," ujarnya di Pontianak, Selasa (25/11/2025).

Menurut Yamin, jumlah petani yang sempat cukup banyak kini mengalami penurunan signifikan setelah pandemi. Padahal kata dia, Kota Pontianak memiliki potensi yang sangat besar.

Meskipun menghadapi tantangan, potensi Lidah Buaya Pontianak dinilai cukup lengkap dan multifungsi. Saat ini, produk olahan dari daerah ini didominasi oleh produk makanan dan minuman seperti jus, dodol, dan aneka makanan lainnya. Namun, terdapat potensi besar untuk merambah pasar yang lebih luas, terutama produk alat-alat kecantikan yang kini sedang booming.

"Ada jenis lainnya juga yang memang untuk jadikan alat-alat kecantikan," kata Yamin.

Karena diakui Yamin, terdapat sekitar tiga jenis Lidah Buaya yang umum digunakan, mulai untuk makanan hingga untuk produk kecantikan. Yamin pun mengungkapkan, tantangan utama yang dihadapi saat ini ialah terkait harga. Petani hanya akan berminat untuk menanam kembali apabila harga pasar sesuai dengan biaya produksi.

"Petani akan mau menanam kembali apabila harga pasar itu sesuai dengan pembiayaan. Maka jangan sampai nanti kami kembangkan kembali Lidah Buaya, tapi harganya tidak begitu tinggi sehingga petani tidak merasakan manfaat ekonominya," ucapnya.

Untuk diketahui, harga jual Lidah Buaya saat ini di pasaran berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram, tergantung jenisnya.

Kedepan, Pemerintah Kota Pontianak akan membuka peluang pasar ekspor untuk lidah buaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pertanian lidah buaya di Kota Pontianak. Selain itu, Pemkot juga berencana menggunakan beberapa bantuan di tahun mendatang. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan petani juga akan terus dilakukan.

Yamin menyebut, dari segi produksi, Lidah Buaya memiliki potensi hasil yang besar. Dalam kondisi maksimal, satu hektar lahan dapat menghasilkan hingga di atas dia ton. Namun, ukuran pelepah saat ini cenderung menurun. Dulu, satu pelepah bisa mencapai 2-3 kilogram, tetapi kini rata-rata hanya sekitar 1,5 kilogram.

"Upaya pengembangan juga telah melibatkan pertemuan dengan beberapa investor dari Taiwan dan India, menunjukkan adanya minat investasi internasional. Diharapkan, investasi yang masuk dapat menjamin harga yang menguntungkan bagi petani lokal," pungkasnya. (oki)

Baca juga: Menteri UMKM: KUR Bawah Rp100 juta Bebas Agunan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....