Generasi Muda Melek Bahasa: Tren atau Tanggung Jawab?
- 30 Okt 2025 21:29 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Isu penggunaan bahasa di kalangan generasi muda menjadi sorotan. Dituding mudah terpengaruh tren penggunaan bahasa tak baku, bercampur asing, dan bahasa gaul.
Benarkah generasi muda saat ini melupakan tanggung jawab mereka terhadap bahasa nasional dan daerah? Duta Bahasa Kalimantan Barat dan Pontianak, kali ini angkat bicara.
Eral Priyatna, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, dan Aurel Diva Pratiwi, Duta Bahasa Terfavorit Kota Pontianak, dalam dialog Pontianak Today, di RRI Pro 2 Pontianak, Kamis (30/10/2025), bersepakat, bahwa bahasa adalah tren. Namun, di dalamnya terkandung tanggung jawab besar untuk melestarikan dan mempromosikannya.
Generasi muda dikenal berjiwa muda, bersemangat, dan melek teknologi. Namun, di tengah gempuran tren bahasa gaul dan asing, muncul kekhawatiran akan lunturnya kecintaan pada bahasa sendiri.
Menurut Eral, generasi muda yang melek bahasa adalah mereka yang paham dengan kebahasaan, baik bahasa daerah maupun Bahasa Indonesia. Menggunakan kata atau kalimat yang sesuai di ruang lingkup ataupun ruang publik.
Senada, Aurel mendefinisikan "melek bahasa" sebagai kemampuan, memahami dan mampu menggunakan bahasa secara tepat, bijaksana, dan sesuai konteks.
“Menggunakan Bahasa Indonesia untuk kondisi formal atau dalam kehidupan sehari-hari. Menggunakan bahasa daerah dengan bangga dan di saat yang sama, tetap wajib belajar bahasa asing,” ujarnya
Aurel dan Eral mengakui adanya dilema di kalangan muda. Di kalangan anak muda, dimana ada yang menggunakan bahasa gaul, dan menggunakan Bahasa Indonesia dianggap kuno.
“Fenomena ini diperparah dengan kecenderungan sebagian anak muda yang merasa "keren" jika menggunakan bahasa asing (misalnya Bahasa Inggris) atau menggunakan idiom tertentu (bahasa slengean), meskipun mereka juga bangga dengan bahasa daerah mereka.
Di bagian lain, mereka pun menepis anggapan bahwa generasi saat ini antibudaya atau kedaerahan. Eral memberikan apresiasi, di mana banyak sekali event yang mengangkat tentang kebudayaan, kebahasaan, dan kesastraan yang sering digelar khususnya di Kota Pontianak.
“Saya bangga dan mengapreasi kegiatan itu, di mana banyak generasi muda banyak terlibat di kegiatan itu," tuturnya.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda saat ini wajib bukan hanya sebagai tren semata, melainkan tanggung jawab untuk melek akan bahasa.
Sementara, untuk mengajak teman sebaya peduli dan bangga berbahasa, baik Bahasa Indonesia, daerah, atau asing, Duta Bahasa ini menyarankan agar praktik langsung.
“Praktikkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, setelah selesai kuliah atau lagi berkumpul, ajak teman-teman berbicara menggunakan bahasa daerah masing-masing, sambil belajar bahasa daerah lain,” ujarnya.
Baca juga: Duta Bahasa Kalbar: Mengabdi dan Jaga Budaya Lokal
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....