Wagub Dorong Optimalisasi Pelabuhan Kijing untuk Ekspor Kalbar
- 05 Sep 2025 22:26 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Optimalisasi Pelabuhan Internasional Kijing sebagai jalur ekspor strategis bagi produk pertanian dan pertambangan dari Kalbar.
Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan saat membuka Panggung Inspirasi Petani inisiasi Perkumpulan Petani Kratom Nusantara (PPKN) di GOR Indoor Voli Putussibau, Jum’at (5/9/2025).
Krisantus mendorong para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan ekspor melalui pelabuhan tersebut.
“Pelabuhan Kijing kini sudah bisa difungsikan. Ini menjadi kontribusi besar bagi Kalimantan Barat. Sudah ada beberapa komoditas, baik dari sektor perkebunan maupun tambang, yang mulai ekspor melalui Kijing,” ujarnya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI ini juga mengungkapkan bahwa selama ini banyak hasil bumi Kalbar seperti sawit dan tambang diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, seperti Dumai, Tanjung Priok, dan Jawa Timur, sehingga pencatatan ekonomi justru menguntungkan daerah lain.
“Kita ini sudah puluhan tahun rugi. Sawit kita, tambang kita, malah dicatat sebagai hasil bumi Jakarta atau Riau. Maka saat saya dilantik sebagai Wakil Gubernur, saya terus mendorong Pelindo agar Pelabuhan Kijing segera difungsikan secara maksimal,” kata Krisantus.
Usai melaksanakan pembukaan, Abang Muhammad Nasir yang juga selaku Ketua Perkumpulan Petani Kratom Nusantara (PPKN) mengajak Wagub Kalbar untuk melihat secara langsung mesin pengolahan Kratom yang bisa dikatakan mesin pengolahan kratom terbesar di Kalimantan Barat.
Sebagai informasi, kratom atau puri (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman endemik yang tumbuh secara alami di Provinsi Kalimantan Barat, terutama di wilayah Kapuas Hulu, Melawi, Sintang, Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya. Tanaman ini secara ekologis sangat penting sebagai penahan abrasi dan erosi.
Namun lebih dari itu, kratom telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai tanaman herbal untuk berbagai pengobatan tradisional.
Pada pertengahan tahun 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI telah melaksanakan kajian aspek medis terhadap penggunaan kratom, dengan fokus penelitian di 4 kecamatan di Kapuas Hulu: Putussibau Selatan, Putussibau Utara, Kalis, dan Embaloh Hilir. Hasilnya menunjukkan bahwa Tidak terdapat perubahan pola penyakit pada masyarakat usai mengkonsumsi kratom, Tidak ditemukan keluhan kesehatan terkait penggunaan kratom, maupun dampak kesehatan pada pekerja yang sering bersinggungan dengan kratom serta Tidak ditemukan efek samping setelah penggunaan rutin, dan tidak menimbulkan gejala ketergantungan. Hasil kajian ini penting untuk meluruskan berbagai informasi yang simpang siur dan memperkuat posisi kratom sebagai produk yang memiliki nilai guna dan aman jika dikonsumsi secara bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....