Gapoktan Binaan BI produksi 3 Ton Per Hektare

  • 24 Jan 2025 21:30 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Provinsi Kalimantan (Kalbar) bersama Bank Indonesia melaksanakan panen raya padi Gapoktan Tani Makmur di Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (23/1/2025). Panen raya secara simbolis dilaksanakan Pj Gubernur Kalbar Harrison bersama Pj Bupati Kubu Raya Kamaruzzaman dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar N.A Anggini Sari.

Panen raya Gapoktan Tani Makmur ini seluas 140 hektare dengan jumlah sebanyak 16 kelompok tani dengan rata-rata panen sebanyak 3 ton/hektare dari sebelumnya yang hanya berkisar 2 ton per hektare. Dengan luasan lahan 140 hektare, Gapoktan telah memberikan kontribusi ketahanan pangan sebesar 490 ton padi.

"Jika keberhasilan ini dapat direfleksikan ke wilayah lainnya maka akan meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Barat," ucap Anggini.

Selain itu Bank Indonesia juga memberikan dukungan alsintan dan saproran kepada Gapoktan tersebut. Anggini menjelaskan panen raya padi ini demi mendukung ketahanan pangan di Kalbar. Seperti diketahui harga barang dan jasa secara umum di tahun 2024 mengalami kenaikan sekitar 1,71 persen (tahunan).

Meski angka tersebut masih sesuai dengan target pemerintah nasional yaitu sebesar 2,5 plus minus 1 persen. Pada tahun 2025, target inflasi nasional masih di rentang 2,5 plus minus 1 persen. Komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam 5 tahun terakhir adalah komoditas beras, terutama pada periode yang bercurah hujan tinggi serta momen dan kondisi tertentu.

"Kondisi ini salah satunya disebabkan bencana banjir yang rawan terjadi pada sentra produksi beras di Kalbar. Apalagi di tengah tingginya permintaan menjelang momen Imlek, Cap Go Meh, Ramadan dan Lebaran," kata Anggini.

Makanya, kata Anggini, untuk menjaga ketersedian pasokan padi dan beras menjadi salah satu hal penting demi memastikan ketersediaan pangan dan menjaga agar tingkat harga stabil.

Ketua Gapoktan Tani Makmur Supriyadi menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Bank Indonesia dan pemerintah daerah. Menurutnya dengan bantuan alsintan dari Bank Indonesia ini juga membantu meningkatkan produksi padi. Semula Gapoktan Tani Makmur bisa memproduksi 2 ton per hektare dan saat ini bisa memproduksi hingga 3 ton per hektare.

"Kita mendapat bantuan dari dinas terkait, dari Bank Indonesia sehingga tanah juga lebih subur. Selain itu kita gunakan pupuk organik. Hanya saja tantangan kita saat ini adalah kekurangan mesin perontok, mengingat luasan panen yang sangat luas sehingga dengan kegiatan ini kita juga dapat dibantu," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....