Andriani Retno Bangun Wahtèg Isoku dari PHK hingga Berkembang
- 18 Mar 2026 15:32 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Program Ramadhan Vaganza RRI Pontianak edisi Jumat,13 Maret 2026, atau 23 Ramadhan 1447 H, menghadirkan obrolan inspiratif bersama Andriani Retno, owner Wahtèg Isoku. Dipandu oleh Naufal, Dipa, dan Ibeng, edisi kali ini mengulas perjalanan usaha kuliner yang dirintis dari keterbatasan hingga berkembang menjadi kafe yang diminati masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Andriani Retno hadir bersama Dela, sosok yang dipercaya untuk mengelola dapur sekaligus bertanggung jawab dalam proses memasak di Wahtèg Isoku. Keduanya berbagi peran dalam menjaga kualitas usaha yang terus berkembang.
Andriani mengungkapkan bahwa usaha yang dijalaninya berawal dari kondisi tidak terduga setelah dirinya mengalami pemutusan hubungan kerja, yang kemudian mendorongnya untuk mencoba peruntungan di bidang kuliner.
“Waktu itu saya di-PHK, sempat bingung mau usaha apa. Dari situ mulai mencoba masuk ke dunia katering,” ujarnya.
Meski tidak memiliki minat awal di bidang memasak, pengalaman dari lingkungan keluarga yang gemar memasak menjadi bekal dalam membangun usaha tersebut. Seiring waktu, usaha katering yang dijalankan mulai berkembang dan membuka peluang untuk merambah ke bisnis rumah makan yang kini dikenal dengan nama Wahtèg Isoku.
Menurutnya, nama Wahtèg Isoku memiliki makna sederhana, yakni konsep warung dengan suasana lebih nyaman, namun tetap menawarkan harga yang terjangkau.
Sementara itu, Dela sebagai orang yang bertanggung jawab di dapur memastikan setiap menu yang disajikan tetap terjaga kualitas rasa dan konsistensinya. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
“Konsepnya seperti warung, tapi dibuat lebih nyaman. Jadi, semua kalangan bisa datang, baik mahasiswa, keluarga, maupun pekerja,” kata Andriani.
Ia menambahkan bahwa kunci bertahan dalam bisnis kuliner terletak pada konsistensi dalam menjaga kualitas serta keterbukaan dalam menerima masukan dari pelanggan. Setiap keluhan yang datang dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan agar layanan dan cita rasa semakin baik. Di samping itu, inovasi terus dilakukan dengan menghadirkan menu-menu baru secara berkala guna melihat respons pasar sebelum akhirnya dipertahankan sebagai bagian dari menu utama.
Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat di Pontianak, Andriani mengaku memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkuat branding dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Sekarang usaha harus hadir di digital. Dari situ kita bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.
Ia berharap Wahtèg Isoku dapat terus berkembang ke depannya, termasuk membuka peluang cabang baru serta tetap menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul.
Baca juga: Kosong-kosong Jadi Wadah Silaturahmi dan Ekspresi Kreatif di Pontianak
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....