Ustadz Sholihin: Keberkahan Tidak Selalu Diukur dengan Materi

  • 17 Mar 2026 06:24 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ramadhan Vaganza, RRI Pontianak telah sampai pada episode ke 26, yang mana kali ini mengangkat tema “Rajin Sedekah Agar Tetap Berkah.” Pada sesi Berkahnya Ramadhan, Ustadz Sholihin HZ menyampaikan pentingnya rajin bersedekah agar hidup dipenuhi keberkahan.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa ada dua hal penting yang harus diperhatikan agar sedekah yang diberikan benar-benar bernilai pahala di sisi Allah. Pertama, sedekah tidak boleh disertai dengan sikap menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti perasaan penerima. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah.

“Allah mengingatkan orang-orang beriman agar tidak membatalkan sedekah dengan menyebut-nyebut apa yang telah diberikan atau dengan menyakiti perasaan penerima,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, jika seseorang mengungkit sedekahnya atau membuat penerima merasa tersinggung, perbuatan tersebut dapat menghapus nilai pahala dari sedekah yang diberikan. Hal kedua yang disampaikan adalah pentingnya keikhlasan dalam beramal. Ia mengutip pandangan ulama besar Abu Hamid Al-Ghazali yang dikenal sebagai Hujjatul Islam.

Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa orang berilmu bisa celaka jika tidak mengamalkan ilmunya. Orang yang mengamalkan ilmu pun masih bisa celaka jika tidak dilandasi keikhlasan. Bahkan orang yang sudah ikhlas pun tetap harus berhati-hati karena keikhlasan dapat terganggu jika tidak dijaga.

Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Sholihin juga menceritakan kisah dua orang yang sama-sama bersedekah. Orang pertama memberi dengan penuh keikhlasan tanpa perhitungan. Sementara orang kedua bersedekah dengan sikap hitung-hitungan.Menurutnya, sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Ketika kita bersedekah, mungkin orang yang menerima tidak mampu membalasnya. Tetapi Allah, pemilik seluruh rezeki di alam ini, yang akan memberikan balasan,” katanya, menjelaskan.

Ia mencontohkan hal sederhana yang bisa dilakukan, seperti menyiapkan uang Rp5 ribu sebanyak sepuluh lembar untuk diberikan kepada anak kecil yang membutuhkan. Meski anak tersebut tidak mampu membalas, Allah dapat menggantinya dengan berbagai kebaikan, seperti kesehatan keluarga, kemudahan pekerjaan, dan ketenangan hidup.

Ustadz Sholihin juga menegaskan bahwa keberkahan tidak selalu bisa diukur dengan materi. Ia berujar, ada tiga tanda utama keberkahan dalam hidup. Pertama, sesuatu yang sedikit namun terasa cukup. Kedua, meskipun sedikit, seseorang dapat menikmatinya dengan hati yang tenang. Ketiga, walaupun sedikit, masih bisa berbagi dengan orang lain.

“Berkah itu bukan soal banyaknya harta, tetapi bagaimana harta itu membawa ketenangan, kecukupan, dan kemampuan untuk berbagi,” ucapnya.

Baca juga: Ramadan Jadi Momentum Berlomba Memperbaiki Akhlak⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....