Bukan Hanya Event Tahunan, Yuk Upgrade Diri saat Ramadan

  • 15 Mar 2026 05:45 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan bagi generasi muda untuk memperbaiki kualitas diri. Hal ini disampaikan Ariyansyah dalam perbincangan inspiratif RONDA (Ruang Obrolan Pro2), tentang “upgrade diri di bulan suci” di RRI Pro 2 Pontianak, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam siaran tersebut, Ariyansyah menilai Ramadhan seharusnya tidak dipandang sekadar agenda tahunan, melainkan momen refleksi diri untuk memperbaiki kualitas spiritual dan kehidupan sehari-hari. “Kadang puasa dianggap hanya event tahunan. Padahal seharusnya kualitas ibadah kita meningkat setiap tahun,” ujar Ariyansyah saat berbincang dengan Naufal, Host dalam program siaran tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa perubahan sikap seseorang dalam beribadah sering kali dipengaruhi oleh kedewasaan. Ketika masih kecil, banyak orang beribadah karena dorongan hadiah atau tuntutan, namun ketika dewasa semestinya ibadah dilakukan karena kesadaran pribadi.

“Kalau dulu ibadah karena dorongan orang atau hadiah, sekarang seharusnya kita melakukannya karena kesadaran diri untuk menjadi hamba yang lebih baik,” katanya.

Mahasiswa semester enam jurusan psikologi itu juga menilai bahwa lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar dalam mendorong seseorang memperbaiki diri, terutama dalam meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadan. Menurutnya, ajakan teman untuk salat tarawih, i’tikaf, atau kegiatan keagamaan lainnya dapat menjadi motivasi tambahan bagi generasi muda agar tetap semangat menjalani ibadah.

“Dorongan dari teman itu penting. Kadang ada yang mengajak tarawih atau i’tikaf di 10 hari terakhir. Secara tidak langsung itu membuat kita ingin memperbaiki diri,” katanya, menjelaskan.

Selain itu, Ariyansyah juga menyoroti pentingnya kemampuan seseorang memotivasi dirinya sendiri ketika semangat hidup sedang menurun. Ia menilai banyak orang gagal berkembang karena patah semangat sebelum mencoba bangkit.

“Ketika kita jatuh atau patah semangat, sebenarnya yang paling bisa menolong kita adalah diri kita sendiri,” ucapnya.

Menurutnya, mengenali kelemahan diri bukanlah sesuatu yang buruk. Justru dari kelemahan tersebut seseorang dapat menemukan peluang untuk berkembang dan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Ia juga mengingatkan bahwa proses mengembangkan diri tidak boleh sampai membuat seseorang kehilangan kebahagiaan atau memaksakan diri secara berlebihan.

“Upgrade diri itu penting, tapi jangan sampai menyiksa diri. Konsisten itu perlu, tetapi tetap harus menikmati prosesnya,” tuturnya.

Di akhir perbincangan, Ariyansyah mengajak generasi muda untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai waktu terbaik memperbaiki diri, memperkuat mental, dan membangun kebiasaan baik yang dapat terus dilakukan setelah Ramadan berakhir.

Baca juga: Tips Manajemen Waktu Sehat Selama Ramadan Ala Dokter Syauqi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....