Ustazah Sri Rahayu Ungkap Dampak Buruk Emosi dan Tips Kendalikan Amarah

  • 27 Feb 2026 23:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, PONTIANAK – Mengelola emosi menjadi tantangan tersendiri saat menjalankan ibadah puasa. Tak jarang, rasa lapar dan haus memicu seseorang menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung. Namun, tahukah Anda bahwa amarah yang tidak terkendali dapat menghapus keberkahan puasa?

Dalam segmen Berkahnya Ramadan di program Ramadan Vaganza RRI Pontianak episode-9 dengan tema "Jangan Marah-marah nanti ga' Berkah" Host Naufal berbincang hangat dengan narasumber Ustazah Hj. Sri Rahayu mengenai pentingnya menjaga hati dari sifat marah.

Marah: Perusak Pahala dan Pemutus Silaturahmi..

Ustazah Hj. Sri Rahayu menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga "madrasah" untuk mengendalikan diri. Ia menjelaskan setidaknya ada tiga dampak buruk jika kita tidak mampu menahan emosi:

Pertama, mengurangi pahala. Dalam hal ini marah dapat mengikis bahkan menghapus pahala puasa yang telah dikumpulkan seharian.

Kedua, memancing dosa lisan. Saat marah, ucapan seringkali tidak terkontrol, melanggar syariat, dan menyakiti hati orang lain.

Ketiga, memutus silaturahmi. Emosi sesaat dapat merusak hubungan pertemanan hingga rumah tangga.

"Alangkah sayangnya jika kita sudah berpuasa sepanjang hari, tapi pahalanya terkikis habis lantaran emosi sesaat," ujar Ustazah Sri Rahayu dalam program Ramadhan Vaganza segmen berkahnya Ramadan, Jumat, 27 Februari 2026 disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pro2 dan radio Pro1, Pro2 serta Pro4 RRI Pontianak.

Tips Mengendalikan Amarah Sesuai Sunnah

Menjawab pertanyaan pendengar di kanal YouTube RRI Pro 2 Pontianak, Ustazah Sri Rahayu membagikan tips praktis berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW:

Pertama, Membaca Taawuz: Ucapkan A’udzubillahi minasy syaithanir rajim. Karena marah bersumber dari setan, kita wajib memohon perlindungan kepada Allah.

Kedua, Berubah Posisi: Jika marah saat berdiri, maka duduklah. Jika masih marah saat duduk, maka berbaringlah. Secara psikologis, perpindahan posisi ini membantu menurunkan tensi emosi.

Ketiga, Diam dan Menghindar: Jika lawan bicara sedang marah, pilihlah untuk diam dan segera beralih ke zikir atau istighfar.

Keempat, Berwudhu: Karena marah ibarat api dari setan, maka dinginkanlah dengan air wudu. Jika perlu, lanjutkan dengan salat sunnah agar hati lebih tenang.

Bagaimana Jika Terlanjur Marah?

Jika emosi sudah terlanjur meledak, Ustazah Sri Rahayu mengingatkan untuk segera sadar dan berhenti. Jika amarah tersebut menyinggung orang lain, maka hukumnya wajib untuk meminta maaf secara langsung.

"Dosa antarmanusia tidak bisa hilang hanya dengan istighfar kepada Allah. Kita harus meminta maaf kepada yang bersangkutan," ucap. Sri Rahayu juga menambahkan bahwa dalam Islam, batas maksimal mendiamkan saudara (tidak bertegur sapa) adalah tiga hari.

Oleh karena itu, Sri Rahayu mengajak seluruh pendengar dan masyarakat untuk menjadikan Ramadan tahun ini sebagai momen transformasi dari seorang yang beriman (Mukmin) menjadi orang yang bertakwa (Mutaqin).

Sesuai dengan QS. Ali Imran ayat 134, salah satu ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dengan begitu, kemenangan di hari Idulfitri nanti akan terasa jauh lebih berkah.

Simak terus Ramadan Vaganza setiap hari pukul 16.30 WIB disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pro2 dan radio Pro1, Pro2 serta Pro4 RRI Pontianak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....