Tips Hadapi Drama yang Menggugurkan Pahala Puasa
- 20 Feb 2026 00:54 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi juga tentang meningkatkan kesabaran dan mengendalikan emosi. Banyak di antara kita yang sering kali lupa bahwa puasa juga berarti menahan diri dari drama dan emosi negatif yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Bagaimana cara Anda menahan emosi dan drama selama puasa?
Hal ini telah dikupas dalam program oleh RRI Pontianak melalui program siaran Ramadhan Vaganza edisi-1 dengan tema 'Puasa Enggak Cuma Menahan Lapar, Tapi Juga Menahan Drama' yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pro2 dan radio Pro1, Pro2 serta Pro4 RRI Pontianak, Kamis, 19 Februari 2026. Program Ramadhan Vaganza ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadan pukul 16.30 WIB.
Pada episode pertama ini, menghadirkan Ustazah Baitinnur sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, bahwa ketentuan berpuasa sudah diatur sedemikian rupa, dasar dari ibadah puasa sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183:
| Baca juga: Ustaz Sholihin: Jalani Ramadan tanpa Toxic |
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)
Menurut Ustazah Baitinnur, ayat ini dimulai dengan panggilan sayang dari Allah kepada orang beriman, baik yang imannya kuat, setengah-setengah, maupun yang masih sedikit. "Tujuannya agar menjadi hamba yang bertakwa (la’alakum tattakuun)," ujar ustadzah Baitinnur saat menjadi narasumber pada program Ramadhan Vaganza edisi pertama.
Oleh karena itu, Ustazah Baitinnur menegaskan, bahwa Puasa (Asy-Siyam) bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus dari fajar sampai magrib. Namun esensinya adalah menahan diri dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ustazah Baitinnur memberikan tips agar puasa yang kita jalani tidak sia-sia dan tidak hanya mendapat haus dan lapar saja, tetapi harus mendapat pahala dan Ridha Allah SWT.
Pertama, jangan sampai puasanya 'drama' karena, lisan tak terjaga misalnya masih bergunjing atau adu domba. Kedua, jari jemari tak terkendali membuat status atau membalas pesan di media sosial dengan kata-kata yang menyinggung perasaan.
Ketiga, ego tinggi hanya mementingkan diri sendiri.
Penjelasan ini sebagaimana, sabda Rasulullah SAW , 'As-shiyamu junnah' artinya luasa adalah perisai. "Maka idealnya, sejak niat di waktu sahur, kita sudah berkomitmen menjaga panca indera kita dari hal-hal yang dilarang," ungkap Ustazah Baitinnur.
Sekuat apapun kita menahan emosi dan ego, namun seringkal ada saja orang yang memancing emosi. Untuk menghadapi hal ini, Ustazah Baitinnur lalu menjelaskan tips yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.
"Rasulullah SAW sudah memberi tuntunan yang sangat indah. Jika ada orang yang mengajak bertengkar atau memancing emosi, katakanlah: 'Inni Shoim' (Aku sedang berpuasa). Ucapkan dua kali," ujarnya.
Pada dasarnya jika terdapat seseorang yang memancing emosi atau mengajak kita untuk berbuat hal-hal dilarang. Maka seharusnya kita menjauhinya. "Drama itu butuh lawan main. Kalau kita tidak meladeni, dramanya tidak akan terjadi. Lebih baik tinggalkan circle tersebut dan berpaling ke tempat lain. Ingat, meskipun tidak membatalkan puasa secara sah (fikih), perilaku buruk seperti berkata kotor (rafas) akan menggugurkan pahala dan kemurnian puasa kita," ungkap Ustazah Baitinnur menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....