SD Negeri 39 Kurangi Jam Belajar Selama Ramadhan, Perbanyak Pembinaan Keagamaan
- 26 Feb 2026 14:40 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – SDN 39 Pontianak melakukan penyesuaian jam belajar selama bulan Ramadhan dengan mengurangi durasi kegiatan belajar mengajar selama satu jam. Kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan. Kepala sekolah SDN 39 Pontianak, Susintoi, menyampaikan, selama Ramadhan siswa yang biasanya pulang pada pukul 13.00 WIB, kini diperbolehkan pulang lebih awal, yakni pukul 12.00 WIB.
“Pengurangannya sekitar satu jam. Tidak terlalu signifikan, tetapi cukup membantu agar anak-anak tetap fokus selama menjalankan ibadah puasa,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Meski ada pengurangan jam belajar, kegiatan pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Sekolah justru menambah porsi kegiatan pembinaan keagamaan bagi siswa. Setiap pagi, siswa mengikuti rangkaian kegiatan seperti pembacaan Asmaul Husna, hafalan ayat-ayat pendek, serta doa-doa harian. Pada pukul 08.30 hingga 09.00, siswa melaksanakan salat duha berjamaah. Waktu tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk beristirahat sejenak.
“Tidak ada waktu istirahat khusus seperti biasanya. Waktu jeda dimanfaatkan saat menunggu kegiatan berikutnya, termasuk setelah salat duha,” jelasnya.
Menariknya, selama Ramadhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Pendistribusian dilakukan sebelum jam pulang sekolah dengan waktu khusus yang telah dijadwalkan.
Untuk menjaga konsentrasi dan semangat belajar siswa, pihak sekolah juga menerapkan metode pembelajaran yang lebih dinamis. Jika biasanya siswa belajar dengan pola duduk di kursi dan meja secara statis, kini mereka diajak belajar dengan sistem lesehan atau duduk melantai.
| Baca juga: Tips Bugar saat Puasa Ramadan |
“Pola ini kami buat agar anak-anak tidak merasa bosan. Ada pergerakan tempat duduk dan suasana belajar yang lebih terbuka sehingga lebih menyenangkan,” katanya, menambahkan.
Selain itu, SD Negeri 39 juga menggelar kegiatan Pesantren Ramadan yang berlangsung pada 2 - 6 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Pontianak.
Rencananya, Pesantren Ramadhan akan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Dr. H. Ruslan. Pihak sekolah menyebut telah berkomunikasi langsung dan mendapatkan konfirmasi kesediaan beliau untuk membuka kegiatan tersebut.
Dalam kerja sama tersebut, sekolah bertanggung jawab menyiapkan peserta, ruangan, dan jadwal kegiatan. Sementara itu, pihak Majelis Ulama Indonesia Kota Pontianak menghadirkan ustaz dan pemateri tanpa membebankan biaya transportasi kepada sekolah.
“Ini bentuk kolaborasi yang sangat baik. Sekolah menyiapkan sarana dan peserta, sedangkan MUI menyiapkan pemateri. Harapannya, pembinaan karakter dan keagamaan siswa selama Ramadan bisa lebih optimal,” ujar Kepala Sekolah, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....