Ramadan Momentum Bangkitkan Semangat Produktif
- 25 Feb 2026 21:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ramadan Vaganza segmen “Berkahnya Ramadan” Selasa, 24 Februari 2026 kembali mengudara dari Studio Multi Purpose RRI Pontianak dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pro 2. Acara dipandu oleh host Ibeng dengan menghadirkan Ustaz Abu Bakar sebagai narasumber, mengangkat tema “Ramadan Harus Tetap Produktif”.
Di tengah suasana bulan suci, masih kerap ditemui anggapan bahwa puasa identik dengan rasa lemas dan penurunan aktivitas. Tidak sedikit orang yang kemudian memilih memperbanyak waktu istirahat hingga mengabaikan rutinitas produktif. Padahal, Ramadan justru menjadi momentum untuk melatih kedisiplinan, mengelola energi, serta tetap aktif menjalani peran sehari-hari dengan semangat yang lebih terarah.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abu Bakar menegaskan bahwa puasa justru harus melahirkan produktivitas, bukan kemalasan. “Puasa itu bukan alasan untuk tidur terus. Justru puasa itu harus membuat kita produktif, bahkan wajib produktif,” ujarnya.
Ustaz Abu Bakar menjelaskan bahwa tujuan akhir puasa adalah membentuk ketakwaan, yang tidak hanya diukur dari ibadah ritual, tetapi juga dari sikap aktif dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan mencontohkan bahwa banyak peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi di bulan Ramadan.
"Turunnya Al-Qur’an, kemenangan dalam Perang Badar, hingga peristiwa Fathu Makkah sebagai bukti bahwa Ramadan bukan bulan melemahkan, melainkan bulan yang penuh energi spiritual. “Ramadan itu power. The power of Ramadan. Spiritnya luar biasa,” katanya.
Ia juga menyinggung sejarah bangsa Indonesia yang memproklamasikan kemerdekaan bertepatan dengan bulan Ramadhan dalam kalender Hijriah. Menurutnya, hal tersebut menjadi pengingat bahwa bulan suci justru sarat dengan momentum kemenangan dan pencapaian besar. Karena itu, ia menilai sangat disayangkan apabila Ramadan hanya diisi dengan tidur seharian dan aktivitas yang minim manfaat.
Dalam diskusi interaktif, host sempat menanyakan soal anggapan bahwa “tidurnya orang puasa adalah ibadah”. Ustaz Abu Bakar membenarkan adanya pahala dalam tidur saat puasa, namun mengingatkan agar tidak berlebihan. “Tidur itu ada nilainya, tapi kalau seharian tidur sampai tak ada aktivitas, itu juga tidak baik. Islam mengajarkan kita untuk aktif, produktif, dan punya semangat hidup,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ustaz Abu Bakar menekankan bahwa bekerja juga termasuk ibadah selama diniatkan karena Allah dan dilakukan secara halal. Ia mengutip pesan bahwa usaha mencari nafkah halal untuk keluarga memiliki nilai sedekah dan pahala yang besar. “Apa pun profesinya, pegawai, pedagang, penyiar, semuanya bernilai ibadah kalau diniatkan untuk kebaikan,” ucapnya.
Menutup perbincangan, Ustaz Abu Bakar memberikan sejumlah tips agar tetap produktif selama Ramadan, mulai dari meluruskan niat berpuasa karena Allah, menjaga pola makan saat sahur dan berbuka agar tidak berlebihan, hingga mengatur waktu istirahat dengan baik. “Ramadan ini harus kita isi dengan karya dan aktivitas terbaik sesuai kapasitas kita masing-masing,” pesannya.
Baca juga: https://rri.co.id/pontianak/ramadan/2213931/ustadz-agus-rasidi-ingatkan-bahaya-ghibah-saat-ramadan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....