Ustadz Agus Rasidi Ingatkan Bahaya Ghibah saat Ramadan

  • 25 Feb 2026 20:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Agus Rasidi mengingatkan umat Islam agar menjaga lisan selama bulan suci Ramadan, karena ghibah atau menggunjing menjadi salah satu ujian terberat yang dapat merusak pahala puasa.

‎Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Ramadan Vaganza di RRI PRO 2 Pontianak, Rabu 25 Februari 2026.

‎Menurutnya, Ramadan merupakan bulan tarbiyah atau pendidikan spiritual bagi umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas, bermartabat, dan bertakwa kepada Allah SWT.

‎"Ramadan ini ibarat sekolah. Kalau sekolah pasti ada ujiannya. Ujian terbesar di bulan Ramadan bukan menahan lapar dan haus, tetapi menjaga lisan," ujar Ustadz Agus Rasidi.

‎Ia menjelaskan, berbagai aktivitas fisik selama Ramadan masih dapat dikendalikan, namun ucapan yang keluar dari mulut sering kali sulit dijaga. Padahal, lisan yang tidak terkontrol berpotensi menjerumuskan seseorang pada perbuatan ghibah, yang dapat mengurangi bahkan merusak pahala puasa.

‎Dalam konteks ngabuburit, Ustadz Agus menegaskan bahwa aktivitas menunggu waktu berbuka puasa diperbolehkan, termasuk berjalan-jalan, mencari takjil, atau berkumpul bersama teman. Namun, ia mengingatkan agar pembicaraan yang dilakukan tetap bernilai positif dan tidak mengarah pada membicarakan keburukan orang lain.

‎"Ketika nongkrong dan berbincang, sering kali kita lengah. Dari situlah ghibah muncul, membongkar aib, menceritakan kejelekan orang lain. Ini yang berbahaya," kata Ustadz Agus.

‎Ustadz Agus menegaskan bahwa ghibah merupakan dosa besar dan haram hukumnya. Ia menambahkan, Allah SWT bahkan mengumpamakan orang yang melakukan ghibah seperti memakan bangkai daging saudaranya sendiri.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dosa ghibah termasuk dalam kategori hablum minannas, yakni pelanggaran dalam hubungan antarsesama manusia. Berbeda dengan dosa yang berkaitan langsung dengan Allah SWT, yang dapat diampuni melalui tobat dan istigfar, dosa ghibah hanya dapat diselesaikan dengan meminta maaf kepada orang yang telah digunjing atau disakiti.

‎"Satu-satunya cara menyelesaikan dosa ghibah adalah dengan meminta maaf kepada orang yang kita bicarakan, yang kita jelek-jelekkan, atau yang kita sakiti hatinya," Ustadz Agus.

‎Melalui tema “Ngabuburit Tanpa Ghibah”, Ustadz Agus mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, menjaga lisan, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat dan meningkatkan keimanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....