Ferdinansyah-Apriyani Menang Lawan dengan Sesama Pelatnas, Masuk Semi Final

  • 28 Agt 2026 21:06 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pertarungan sesama wakil Indonesia mewarnai babak perempat final atau delapan besar Polytron Pontianak International Challenge 2026. Ferdinansyah–Apriyani Rahayu harus bekerja keras melewati laga tiga set sebelum menundukkan Bagas Maulana–Indah Cahya Sari Jamil.

Bermain di GOR Terpadu Ayani Pontianak, Jumat, 28 Agustus 2026, kedua pasangan langsung tampil agresif sejak set pertama. Ferdinansyah–Apriyani mampu mengendalikan permainan dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-16.

Memasuki set kedua, Maulana–Jamil memberikan perlawanan lebih kuat. Ferdinansyah–Apriyani harus kehilangan momentum dan menyerahkan set kedua dengan skor 16-21, sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

Persaingan semakin ketat pada set penentuan. Ferdinansyah–Apriyani kembali menemukan ritme permainan dan mampu menjaga keunggulan hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.

Atmosfer pertandingan pun terasa berbeda karena kedua pasangan merupakan bagian dari timnas Indonesia. Dukungan penonton terbagi kepada masing-masing pasangan, membuat laga berlangsung semakin menarik hingga poin-poin terakhir.

Kemenangan tersebut memastikan Dejan Ferdinansyah–Apriyani Rahayu melaju dari babak delapan besar setelah melewati pertarungan sengit selama tiga set.

Persaingan semakin ketat pada set ketiga. Kedua pasangan saling mengejar angka dan membuat penonton terus bersorak setiap kali salah satu pasangan berhasil memperoleh keunggulan.

Atmosfer pertandingan pun terasa berbeda karena kedua pasangan merupakan bagian dari timnas Indonesia. Dukungan penonton terbagi kepada masing-masing pasangan, membuat laga berlangsung semakin menarik hingga poin-poin terakhir.

Ferdinansyah–Apriyani akhirnya mampu menjaga permainan dan menutup set penentuan dengan skor 21-13. Kemenangan tersebut memastikan pasangan ini melangkah ke babak selanjutnya setelah melewati pertarungan sengit selama tiga set.

Apriyani mengatakan kunci kemenangan mereka adalah menjaga fokus dari satu poin ke poin berikutnya. Terlebih, menghadapi sesama pemain timnas membuat kedua pasangan sudah saling mengetahui karakter permainan dan kelemahan masing-masing.

“Kami melawan timnas sendiri juga, yang di mana itu sudah tahu kelebihan dan kekurangannya. Jadi kami coba pola yang kami jalankan dan saling percaya satu sama lain,” kata Apriyani usai pertandingan.

Ferdinansyah menambahkan, pertandingan tersebut lebih banyak ditentukan oleh strategi karena kedua pasangan terbiasa berlatih bersama. Perubahan pola permainan yang dilakukan Maulana–Jamil sempat membuat mereka kesulitan mengantisipasi serangan lawan.

“Mereka mengubah pola dan pola mereka cocok kepada kita. Kita kurang antisipasi,” ujar Febriansyah menjawab pertanyaan media.

Ferdinansyah juga mengakui konsentrasi mereka sempat menurun ketika kedudukan berada di angka 11-11 pada gim kedua. Kondisi itu membuat lawan mampu menciptakan jarak hingga 17-11 sebelum akhirnya gim tersebut menjadi milik Maulana–Jamil.

“Mungkin dari kita juga fokusnya berkurang, mereka fokusnya ditambah, kita berkurang. Akhirnya itu yang kecolongan,” tuturnya.

Usai pertandingan, Febriansyah dan Apriyani memilih memprioritaskan pemulihan kondisi fisik sebelum menghadapi laga berikutnya. Ferdinansyah menyebut waktu istirahat, asupan makanan, serta evaluasi bersama pelatih dan pasangan menjadi fokus mereka untuk menjaga kesiapan di babak semifinal selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....