Hadapi Lawan Senior Malaysia, Zahra-Prasetya Wakilkan Indonesia Petik Kemenangan

  • 26 Agt 2026 22:34 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pasangan ganda putri Indonesia, Nadhifa Nur Zahra-Nathania Prasetya, mengawali perjuangannya di Polytron Pontianak International Challenge 2026 di hari kedua dengan kemenangan atas wakil Malaysia, Felincia Xing Hui Fong-Fong Flora Xin Jie. Pertandingan yang berlangsung sengit hingga tiga gim tersebut menjadi pengalaman penting bagi pasangan Indonesia yang masih berusia 19 tahun saat menghadapi pemain di kelompok usia dewasa.

Zahra-Prasetya harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-12. Sempat kehilangan set kedua setelah unggul pada set pembuka, pasangan Indonesia mampu kembali mengendalikan permainan pada set ketiga.

Pada awal pertandingan, Zahra dan Prasetya mengaku sempat merasakan tekanan serta gugup karena berhadapan dengan pemain yang lebih senior. Namun, keduanya berusaha menjaga fokus dengan bermain dari satu poin ke poin berikutnya hingga perlahan mampu menemukan ritme permainan.

Zahra mengatakan, pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi pemain yang lebih matang. Menurutnya, tekanan justru menjadi bagian yang harus mereka lewati untuk mengembangkan permainan di level yang lebih tinggi.

“Apalagi ini bukan usia kita, ini usia dewasa. Kita aja masih umur 19, udah main di senior. Dapat juga pengalamannya, dapat pengalaman permainannya banyak,” kata Zahra sambil terengap menjawab wawancara.

Memasuki pertandingan, pasangan Indonesia juga sempat kesulitan menjaga fokus. Namun, setelah pertandingan berjalan, Zahra dan Prasetya mulai mampu mengendalikan permainan hingga akhirnya mengamankan gim penentuan dengan cukup meyakinkan.

Dari Prasetya menilai persiapan sebelum pertandingan masih perlu diperbaiki, terutama agar mereka bisa langsung tampil maksimal sejak awal laga. Ia menyebut pemanasan dan kesiapan fisik menjadi bagian yang akan lebih diperhatikan untuk pertandingan selanjutnya.

“Mungkin dari start awal kita main, dari pemanasan mungkin lebih siap lagi, lebih panas lagi,” ujar Prasetya.

Menghadapi pertandingan berikutnya, tantangan pasangan Indonesia diperkirakan semakin berat setelah mereka mengetahui calon lawan yang akan dihadapi berasal dari China, Taipei. Zahra menilai lawan berikutnya memiliki kemampuan menyerang dan bertahan yang kuat sehingga kondisi fisik dan daya tahan mereka harus dipersiapkan lebih baik.

“Mungkin di pertandingan berikutnya lebih harus kuat, soalnya kita tadi sudah lihat lawan berikutnya. Lawan berikutnya Taipei lebih kuat, lebih tahan di lapangannya dari segi nyerang, defense, semuanya kuat,” tuturnya.

Selain kesiapan fisik, pasangan muda tersebut juga akan berusaha menjaga kondisi mental. Zahra mengatakan mereka harus mampu keluar dari tekanan dan bermain lebih lepas tanpa terlalu memikirkan hasil akhir pertandingan.

Menurutnya, menghadapi lawan yang lebih kuat tidak seharusnya membuat mereka bermain terlalu terbebani. Fokus pada permainan dan keberanian mengambil peluang menjadi hal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

“Harus bisa keluar dari tekanan. Mungkin lawannya kita lebih kuat, jadi kita harus bisa lebih lepas mainnya. Nggak usah mikirin menang-kalah lakukan semua yang terbaik,” kata Zahra.

Sementara itu, Prasetya menegaskan pasangan Indonesia akan berusaha tampil maksimal pada pertandingan berikutnya. Kemenangan atas Malaysia menjadi modal awal bagi keduanya yang masih remaja untuk terus menambah pengalaman sekaligus menjaga langkah di Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Baca juga: Khoiriyansyah-Pratama Tumbangkan Unggulan Lima Chinese Taipei

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....