Khoiriyansyah-Pratama Tumbangkan Unggulan Lima Chinese Taipei
- 26 Agt 2026 22:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kejutan terjadi pada sektor ganda putra Polytron Pontianak International Challenge 2026. Pasangan Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah-Adrian Pratama, berhasil menyingkirkan pasangan unggulan kelima asal Chinese Taipei, Huang Kai Yi-Sheng Ming Lin, melalui pertandingan tiga gim di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu, 26 Agustus 2026.
Khoiriyansyah-Pratama akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 21-18, 19-21, 21-18. Hasil tersebut sekaligus membawa pasangan Indonesia melewati salah satu tantangan berat pada turnamen yang berlangsung di Pontianak tersebut.
Sejak set pertama, pertandingan berlangsung dalam tempo ketat. Khoiriyansyah-Pratama mampu menjaga permainan dan mengamankan gim pembuka dengan keunggulan 21-18.
Memasuki set kedua, pasangan Indonesia sebenarnya sempat berada dalam posisi unggul. Namun, permainan yang terlalu terburu-buru membuat mereka kehilangan kendali dan kembali mengikuti tempo permainan lawan hingga akhirnya kalah 19-21.
Pertandingan kemudian harus ditentukan melalui gim ketiga. Khoiriyansyah-Pratama kembali berada dalam tekanan setelah sempat tertinggal, tetapi keduanya berusaha menjaga ketenangan dengan terus berkomunikasi dan saling mengingatkan di lapangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil bagi pasangan Indonesia. Khoiriyansyah-Pratama mampu membalikkan keadaan dan menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-18.
Usai pertandingan, Khoiriyansyah mengaku bersyukur dapat menyelesaikan laga tanpa mengalami cedera. Ia juga menilai permainan mereka secara keseluruhan berjalan cukup baik, meski masih terdapat sejumlah hal yang harus diperbaiki.
“Puji Tuhan kita bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kita juga bisa bermain dengan baik hari ini,” kata Khoiriyansyah usai pertandingan melawan Taipei.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci ketika menghadapi situasi sulit, terutama saat mereka tertinggal pada set penentuan. Ia bersama Adrian berusaha mengendalikan rasa tegang dan tidak membiarkan kepanikan memengaruhi permainan.
“Di game ketiga kita juga sempat ketinggalan. Sebisa mungkin meng-handle rasa tegang, rasa panik saat ketinggalan. Kita coba selalu berkomunikasi, saling mengingatkan satu sama lain,” ujarnya.
Khoiriyansyah menyebut ketenangan menjadi evaluasi utama setelah pertandingan. Mereka dinilai perlu lebih sabar ketika unggul sekaligus lebih percaya diri saat berada dalam posisi tertinggal.
“Evaluasi sih kita sebenarnya cuma kurang tenang. Terlalu buru-buru. Saat unggul kita terlalu buru-buru, saat ketinggalan kita masih terlalu tertekan,” tuturnya.
Sementara itu, Adrian Pratama mengatakan mereka tidak terlalu terbebani saat menghadapi pasangan unggulan kelima Chinese Taipei. Sebelum pertandingan, keduanya telah memiliki gambaran permainan lawan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kita kalau lihat lawannya kan sudah pernah lihat di turnamen-turnamen sebelumnya. Jadi kita mungkin bisa lihat permainan dia di YouTube,” kata Adrian ditemani Khoiriansyah.
Bagi Khoiriyansyah, status unggulan lawan bukan alasan untuk merasa gentar. Ia menilai setiap pasangan yang tampil di turnamen memiliki peluang yang sama sehingga fokus utama adalah memberikan permainan terbaik.
“Kalau ditakutin sih enggak. Namanya pertandingan semuanya, mau dia unggulan satu, mau dia umur berapa, tetap sama. Kita main di turnamen yang sama,” katanya.
Kemenangan atas unggulan kelima Chinese Taipei menjadi modal positif bagi Khoiriyansyah-Pratama untuk melanjutkan perjalanan di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Keduanya kini akan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya dengan evaluasi utama pada ketenangan, fokus, dan kemampuan menjaga tekanan di lapangan.
Baca juga: Drama Tiga Gim Pertandingan, Jovanka Winarto Akhirnya Taklukkan Pemain India
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....