Makna dan Pahlawan Olahraga Sesungguhnya
- 09 Nov 2025 16:09 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Vedriq Leonardo. Sebuah nama yang menggemparkan dunia. Masih ingat kala itu pemuda dari bantaran Sungai Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) ini mengharumkan nama bangsa Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
Kepingan emas didapat. Pecahkan kutukan sulitnya merah putih torehkan medali emas dari cabang perorangan.
Lulusan PGSD Iniversitas Tanjungpura ini membuktikan bahwa sejarah mencatat kerja keras akan hasilkan kejayaan. Perlu waktu panjang dan tak mudah.
Hampir satu tahun sudah kejutan sang spiderman ini memberikan emas olimpiade untuk seluruh rakyat bangsa. Seakan air mata dan haru tak cukup untuk merasakan kenikmatan prestasi yang didapat kala itu.
Lantas layakkah predikat pahlawan olahraga untuk seorang Vedriq Leonardo termasuk puluhan bahkan ratusan patriot olahraga lain yang telah memberikan capaian prestasi untuk Indonesia? Olimpiade adalah tahta tertinggi bagi seluruh atlet olahraga di penjuru dunia. Label emas jika didapat maka bisa dipastikan raja dan ratu julukan dalam diri seorang atlet.
Bagi Vedriq, pahlawan adalah orang yang berjasa dan berkontribusi bagi orang lain bahkan bangsa dan negara. Di masa kini pahlawan olahraga tidak bisa diberikan untuk atlet semata.
Ada tangan dingin pelatih yang juga terus memacu, melatih hingga menasehati agar atlet mampu berprestasi. Tak hanya itu, semua stakeholder yang berperan memajukan olahraga juga layak mendapatkan predikat pahlawan olahraga.
“Dengan tekad kuat dibarengi doa, siapapun akan mampu menuju puncak kejayaan prestasi olahraga. Namun, butuh perjuangan ekstra keras dan tak mudah putus asa,” kata Vedriq di Pontianak, Minggu (9/11/2025).
Di era terdahulu banyak mendengar dan melihat bagaimana mirisnya pahlawan olahraga di hari tua yang seakan tak dipedulikan bahkan kehidupannya cukup miris untuk dilihat. Vedriq pun meyakini saat ini pahlawan olahraga yang sukses mengharumkan nama bangsa akan jauh dari hal tersebut karena negara lebih peduli terhadap pahlawan olahraga yang telah meluangkan waktu dan perjuangan untuk Indonesia.
Selain panjat tebing dari seorang Vedriq Leonardo, Kalbar juga harum semerbak dengan torehan dari cabang olahraga biliar. Dalam 15 tahun terakhir utamanya dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional. Tintingan bola biliar ini dari sejumlah atlet Kalbar ternyata membawa kepingan medali, dari perunggu hingga emas.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalbar MK Chandra menyadari bahwa banyak nama atlet olahraga yang bisa dinobatkan menjadi pahlawan olahraga. Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma dari atlet bulutangkis termasuk Vedriq Leonardo olahraga panjat tebing.
“Menggapai prestasi gemilang lagi-lagi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, waktunya panjang., tekadnya sekuat baja, disiplinnya juga, dimulai dari kelompok umur dini sehingga sepanjang tahun akan menuju puncak yang diinginkan,” katanya.
Atlet yang sudah pensiun bisa saja akan jauh dari rasa menggembirakan. Chandra menyarankan perlu adanya pemberian pemahaman agar sang atlet yang sudah gantung sepatu untuk berjuang di masa tua. Selain sentuhan dari negara perlu kiranya mereka juga menanamkan jiwa Entrepreneurship atau berusaha dalam mendapatkan pendapatan ekonomi.
Tak dipungkiri, Chandra melihat negara sudah hadir memperhatikan atlet atau pahlawan olahraga. Sudah banyak pula atlet yang menjadi seorang ASN bahkan bekerja di lembaga atau Badan Usaha Milik Negara lainnya. Ini menjadi bukti nyata pahlawan olahraga kini mendapat tempat yang terhormat dimata bangsa Indonesia.
Baca juga: Disporapar akan Evaluasi Pergelaran Pontianak Dragon Boat Race
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....