Biaya Transportasi Tinggi, Acui Dorong Kereta Api di Kalimantan
- 04 Okt 2026 14:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Tingginya biaya transportasi dan distribusi mendorong pengamat ekonomi Andreas Acui Simanjaya menyerukan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan. Pengamat ekonomi dan sosial kemasyarakatan Pontianak ini menilai kereta api dapat menjadi alternatif transportasi massal untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pandangan tersebut disampaikan Acui setelah membaca tulisan Agustinus Teladjan mengenai kembali pentingnya pembangunan jalur kereta api di Kalimantan. Menurut Acui, gagasan pembangunan jalur kereta api di Kalimantan bukan hal baru karena telah memiliki jejak sejak zaman Belanda dan kembali mencuat sekitar 2016.
“Menurut saya, banyak alasan yang kemudian membuat pembangunan jalur kereta api di Kalimantan tidak terlaksana,” ujar Acui di Pontianak, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menyebut sejumlah kendala yang pernah dikemukakan, mulai dari kondisi kontur wilayah, karakteristik lahan, kawasan gambut, biaya konstruksi hingga jumlah penduduk. Namun, Acui menilai kondisi geografis tidak semestinya menjadi alasan utama untuk menunda pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan.
“Kalau kita bercermin pada pembangunan rel kereta api di Tiongkok, berbagai medan bisa dilalui, termasuk padang pasir dan wilayah bersalju,” katanya.
Menurut Acui, jaringan kereta api juga dapat membantu masyarakat pedesaan mengangkut hasil pertanian dan peternakan menuju pasar dengan biaya lebih terjangkau. Ia menilai persoalan konektivitas di Kalimantan berdampak langsung terhadap biaya perjalanan masyarakat maupun distribusi barang dan hasil pertanian.
“Perjalanan Jakarta-Bogor hanya memakan biaya sekitar Rp6 ribu, sedangkan transportasi umum Pontianak-Sungai Pinyuh dengan jarak yang tidak jauh berbeda, biaya termurah bisa mencapai Rp50 ribu,” ujarnya.
Acui mengatakan biaya angkutan yang tinggi juga membuat distribusi hasil pertanian menuju pusat konsumsi membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. “Belum lagi biaya transportasi hasil pertanian dari berbagai daerah di Kalimantan menuju kota mahal, dengan waktu tempuh lebih lama dan medan yang berat,” katanya.
Ia mengilustrasikan, perjalanan kereta api Pontianak-Kapuas Hulu sejauh sekitar 586 kilometer bisa berada di kisaran Rp68 ribu jika menggunakan perbandingan tarif Jakarta-Bogor. “Kalau naik kereta api dengan skema perhitungan Jakarta-Bogor, untuk jarak Pontianak-Kapuas Hulu 586 kilometer, biaya sekali jalan sekitar Rp68 ribu,” ucapnya.
Acui menegaskan angka tersebut hanya ilustrasi, bukan proyeksi tarif resmi, namun menurutnya menunjukkan potensi kereta api dalam menekan biaya mobilitas dan distribusi. Ia berharap pemerintah kembali mempertimbangkan pembangunan jalur kereta api sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan.
Baca juga: Seabad Gagalnya Jalur Kereta Api di Kalimantan Barat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....