BNPB Minta Satgas Darat dan Udara Fokuskan Pemadaman di Ketapang dan Kayong Utara
- 03 Okt 2026 23:32 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan kepada satgas darat terpadu dan udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) agar lebih memfokuskan pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, karena sampai saat ini di dua daerah itu kondisi hotspotnya masih belum terkendali.
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo meminta kepada satgas darat dan udara agar lebih memfokuskan pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Khusus untuk satgas udara, jika jarak pandang (visibility) bisa ditembus oleh helikopter water bombing, maka segera melaporkan di group.
"Jika visibility tidak bisa ditembus heli WB dan terpaksa harus balik kanan cukup dilaporkan saja ke group jangan menunggu persetujuan, karena jika harus menunggu persetujuan, maka akan lebih lama lagi. Kemudian jika saat terbang menemukan asap maupun titik api (firespot) silahkan dipadamkan, tapi harus utamakan safety (keselamatan) penerbangan dulu ya," kata Asrianus Bulo saat menghadiri briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Sabtu, 3 Oktober 2026 malam.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kalbar Novel Umar mengatakan pihaknya meminta kepada satgas darat, baik itu Kodam XII Tanjungpura, Kodaeral XII, Polda Kalbar, BPBD Kalbar, Satpol PP, Manggala Agni, Destana dan MPA untuk melaksanakan pemadaman dan patroli di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
"Untuk satgas udara dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mudah-mudahan bisa difokuskan di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Karena firespot di Kendawangan saat ini sangat banyak dan besar-besar. Diharapkan di daerah Kendawangan terdapat pertumbuhan awan hujannya, sehingga lebih memudahkan OMC menebar semai natrium klorida (NaCl)," ujar Novel.
Novel menjelaskan, jika dilihat dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, pertumbuhan awan masih sangat minim di wilayah Ketapang dan Kayong Utara hingga pertengahan Oktober mendatang.
"Jika tidak ada pertumbuhan awan hujan di wilayah Ketapang, maka OMC bisa kita alihkan ke arah timur Kalbar. Tapi kita utamankan dulu di wilayah selatan Kalbar. Kita berharap dalam sepekan ke depan, pertumbuhan awan hujannya bisa lebih banyak di wilayah Ketapang dan Kayong Utara agar lebih memudahkan satgas udara melakukan OMC dan water bombing," ucap Novel Umar, mengharapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....