Menhan: Kerjasama TNI dan JSDF Sebagai Tonggak Sejarah Persahabatan RI-Jepang
- 02 Okt 2026 10:45 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Mempawah - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut bantuan Pemerintah Jepang selama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan merupakan kerjasama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tentara bela diri Jepang (Japan Self-Defense Forces/JSDF) yang merupakan tonggak sejarah di dalam persahabatan antara Indonesia dan Jepang.
"Saya menyampaikan salam dan terima kasih dari Presiden Prabowo Subianto kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi atas kerjasama yang diberikan antara kedua negara (Indonesi-Jepang) dan juga kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas kerjasama pertahanan yang dikembangkan antara kedua negara (Indonesi-Jepang)," kata Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat menggelar pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi di dalam kapal JS Kunisaki LST-4003 yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah. Rabu, 30 September 2026.
Menhan menilai, kehadiran Kapal JS Kunisaki LST-4003 beserta helikopter Chinook CH-47 telah memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dalam mengatasi karhutla di Kalimantan.
"Saya berkunjung di kapal ini didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Edwin dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Kami di Indonesia mendukung selama 15 hari Kapal JS Kunisaki LST-4003 berada di Kalimantan beserta awak kapal dan seluruh material yang dipergunakan," ucap Menhan Sjafrie.
Menhan Sjafrie mengatakan, kehadirannya di atas Kapal JS Kunisaki LST-4003 untuk melepas langsung pasukan JSDF yang telah menjalankan misi bantuan pemadaman karhutla di Kalimantan seiring berakhirnya operasi udara pada Selasa 29 September 2026.
"Dalam misi kemanusiaan tersebut, Jepang mengerahkan tiga helikopter berat CH-47 Chinook yang dibawa menggunakan kapal perang JS Kunisaki. Armada udara tersebut tiba di Kalimantan Barat pada 10 September 2026 setelah menempuh perjalanan laut dari Jepang," ujar Menhan Sjafrie, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....