Tenaga Ahli Kepala BNPB Ungkap Alasan Semua Heli WB dan Chinook Tidak Terbang

  • 21 Sep 2026 22:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tenaga Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo mengungkapkan alasan 9 helikopter water bombing (WB) milik BNPB dan 1 helikopter Jepang Chinook CH-47 pada hari ini, Senin, 21 September 2026 tidak diterbangkan.

"Kondisi itu dikeranakan minimnya jarak pandang (visibility) yang hanya diangka 500 meter. Dengan kondisi ini, tentunya satgas darat menjadi ujung tombak penanganan karhutla selama satgas udara tidak bisa melakukan pemadaman," Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusdalops BPBD Kalimantan Barat (Kalbar). Senin, 21 September 2026 malam.

Asrianus Bulo mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi briefing malam bersama tim terpadu penanganan karhutla Kalbar, semua satgas udara tidak bisa melaksanakan water bombing dikarenakan faktor visibility yang sangat minim sekali. Dari 9 helikopter milik BNPB yang tidak bisa diterbangkan terdiri dari 3 heli di Kabupaten Ketapang, 2 heli di Sintang dan 4 heli di basecamp Pontianak.

"Kalau kita lihat kondisi saat ini, jumlah titik panas (hotspot) terbanyak berada di area Selatan Kabupaten Ketapang. Saya minta kepada satgas darat untuk memasifkan patroli ground check dan mengaktifkan kembali peran Kamtibmas, Babinsa dan Manggala Agni agar bisa melakukan patroli darat," ucap Asrianus.

Di tempat yang sama, Mitra BNPB dalam pengoperasian helikopter water bombing jenis Super Puma H225 operator PT. Sumberdaya Komptelindotama Teddy Saputra mengatakan, berdasarkan hasil briefing pada Senin pagi, helikopter Super Puma H225 hari ini seharusnya melakukan water bombing di Desa Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

"Namun, karena minimnya visibility yang kami pantau dari jam 06.00 pagi hingga 16.00 sore yang hanya berkisar 500 hingga 1.200 meter, sedangkan standar safety (keselamatan) bagi helikopter kami visibilitynya minimum antara 2.000 hingga 2.500 meter. Sehingga hari ini helikopter kami tidak bisa melakukan pemadaman," kata Teddy.

Teddy menjelaskan, Berdasarkan hasil briefing malam ini, rencananya pada Selasa, 22 September 2026 besok, helikopter water bombing jenis Super Puma H225 akan melakukan pemadaman di area yang sama yaitu di Desa Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya dengan tetap memonitor visibility melalui aplikasi BMKG dan berkoordinasi dengan Tim Dinas Operasi (Disops) Pengatur Lalu Lintas Udara (PLLU) Lanud Supadio untuk memonitor weather (cuaca).

'"Jika Selasa besok kondisi visibility mendukung untuk operasi kami, Insya Allah, kami akan melaksanakan water bombing di lokasi yang sama dengan hari ini," ucap Teddy.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati dari Wing Udara 22, Group Dua Heli mengatakan, pada hari ini 3 helikopter water bombing Jepang Chinook CH-47, baik yang berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah maupun yang ada di Ketapang tidak dapat melakukan pemadaman karhutla karena faktor visibility.

"Saat ini Kapal perang amfibi JS Kunisaki yang mengangkut 1 helikopter Jepang Chinook CH-47 sudah bersandar di lokasi 16 mil dari Kabupaten Ketapang. Berdasarkan hasil briefing malam ini, jika Selasa besok kondisi visibility mendukung, maka helikopter Chinook CH-47 Jepang akan melakukan water bombing di Desa Pembedilan, Kecamatan Kendawangan," ujar Kapten Pnb Dhimas Jati, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....