Satu Sortie Pelaksanaan OMC, Diperlukan 800 Kilogram NaCl
- 05 Sep 2026 21:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah dilakukan 12 sortie penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang melibatkan pesawat Cassa A-2117 milik TNI AU dan pesawat Grand Caravan 208B miliki BNPB.
Kasi Ops Skadron 4 Malang Mayor Pnb Candra Ary Wibowo mengatakan, pelaksanaan OMC ini telah menjalani 12 sortie penerbangan dengan menebar 9.600 kilogram natrium klorida (NaCl) untuk membantu mengendalikan karhutla di Kalbar.
"Kehadiran kami di Kalbar ditugaskan untuk mengoprasikan pesawat Cassa A-2117 untuk melaksanakan OMC di wilayah Kalbar. Saya di sini sebagai Kapten Pilot untuk pesawat Cassa A-2117," kata Mayor Pnb Candra Ary Wibowo kepada RRI Pontianak, Sabtu, 5 September 2026 siang
Candra menuturkan, OMC ini telah dilaksanakan sejak 28 Agustus hingga 5 September 2026 sebagai upaya pemerintah meningkatkan peluang hujan di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
"Tantangan kami selama pelaksanaan OMC karena jarak pandang (visibility) akibat kabut asap di Kalbar sangat tebal, sehingga mengganggu proses penerbangan. Meski demikian, dengan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki, sehingga kami bisa melaksanakan penerbangan di area yang telah ditentukan oleh BMKG," ucap Candra.
"Kami telah melakukan 12 sortie penerbangan selama tugas kami di Kalbar sejak 24 Agustus 2024 dan sesuai arahan dari pimpinan kami, tugas kami di Kalbar akan diperpanjang sampai menunggu arahan lebih lanjut," ujar Candra.
Sementara itu, petugas penyemaian NaCl (garam) Ari menuturkan, dirinya ditugaskan untuk melakukan penyemaian garam yang telah disiapkan ke dalam pesawat Grand Caravan 208B milik BNPB yang melakukan OMC.
"Setiap garam yang sudah disiapkan akan dimasukkan ke tempat yang telah ditentukan dan selanjutnya dikeluarkan melalui lubang yang berada di bawah pesawat. Agar garamnya tidak keluar oleh angin, maka ditutupi dengan kain terpal yang tebal. Sehingga angin maupun AC tidak akan masuk ke dalam tempat penyemaian garam," ujar Ari.
Ari menambahkan, setiap pelaksanaan OMC, petugas dari BNPB akan meletakkan 10 sampai 15 karung garam ke dalam pesawat dan setiap karungnya berisi 20 kilogram garam yang akan disemai ke lokasi berpotensi munculnya awan hujan yang telah ditentukan oleh BMKG.
"Setiap melakukan penyemaian garam diperlukan waktu 2 sampai 3 jam ke titik potensi munculnya awan hujan dengan menyiapkan 1 ton garam. Jarak pandang menjadi tantangan kami saat melakukan penyemaian, karena ketika sudah di atas, maka suasana di bawah sudah tidak kelihatan lagi karena tertutup asap tebal. Dalam hal ini, kami memerlukan data dari BMKG terkait peta daerah mana saja yang berpotensi munculnya awan hujan," tutur Ary.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....