Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalbar

  • 22 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu, 22 Agustus 2026. Presiden tiba di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 10.50 WIB.

Setibanya di Kalbar, Presiden memimpin rapat penanganan Karhutla untuk menerima laporan terkini dan memastikan langkah cepat di lapangan. Presiden mengatakan, "Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata."

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama Forkopimda Kalbar turut mendampingi kunjungan tersebut.

Laporan BNPB menunjukkan sejumlah titik panas terindikasi sebagai titik api dan asap. Konsentrasi titik panas terpantau di antaranya berada di Ketapang, Kubu Raya dan Kayong Utara.

Presiden kemudian meninjau langsung operasi penanganan Karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya. Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan penanganan harus cepat dan terkoordinasi, serta meminta pemerintah daerah tegas menerapkan aturan untuk mencegah kebakaran berulang.

Presiden Prabowo meninjau langsung operasi penanganan Karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Kalbar Sabtu, 22 Agustus 2026 (Foto : Pendam XII/Tpr)

Operasi terpadu melibatkan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat.

Penanganan juga diperkuat dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Pemerintah turut menambah 1.500 personel TNI dan enam helikopter berkapasitas besar untuk mendukung operasi pemadaman. Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan, "Sejumlah langkah penanganan yang disiapkan, yaitu penambahan tiga batalyon TNI atau sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan."

Di Kalbar, OMC sebelumnya dilaksanakan pada 13 hingga 17 Agustus 2026. Pelaksanaan OMC kembali terbuka pada 23 hingga 27 Agustus 2026, menyesuaikan kondisi atmosfer.

Presiden menegaskan pentingnya seluruh sumber daya negara bergerak terpadu menangani Karhutla. Untuk Kalbar, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin penanganan bersama pemerintah daerah.

Pangdam XII/Tpr memastikan jajaran TNI siap mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan Karhutla. Penguatan personel dan dukungan udara tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain.

Upaya tersebut mencakup pemadaman, pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel dan perlindungan masyarakat. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci mempercepat penanganan Karhutla di Kalbar.

Kehadiran Presiden diharapkan memperkuat koordinasi dan menekan dampak Karhutla terhadap masyarakat serta lingkungan. (Pendam XII/Tpr)

Baca juga: Presiden Prabowo Kirim 8 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Kubu Raya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....