Wamen Koperasi Dorong Pesantren Kalbar Perkuat Kemandirian Ekonomi
- 17 Jun 2026 22:56 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si, menegaskan pentingnya penguatan koperasi pesantren sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat saat melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Farida menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan koperasi yang profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, koperasi pesantren memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
"Koperasi pesantren memiliki peluang besar untuk tumbuh dan menjadi pilar kemandirian ekonomi kerakyatan. Pemerintah terus mendorong penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta akses permodalan melalui LPDB agar koperasi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Farida.
Ia mencontohkan sejumlah pesantren di Pulau Jawa yang telah berhasil mengelola koperasi secara profesional, seperti Pondok Pesantren Sunan Drajat dan Sidogiri di Jawa Timur, yang mampu mencatatkan omzet hingga triliunan rupiah. Karena itu, ia berharap pesantren di Kalimantan Barat dapat mengikuti jejak tersebut sehingga mampu mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung pada pihak lain.
Pada kesempatan itu, Farida juga meninjau langsung Toko Koperasi Mathla'ul Anwar (KopMA) untuk melihat pengelolaan usaha yang selama ini dijalankan. Menurutnya, koperasi pesantren memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan dasar santri dan masyarakat sekaligus mengembangkan berbagai unit usaha produktif.
Wamen Koperasi juga menawarkan dukungan pengembangan usaha dan permodalan melalui LPDB. Ia meminta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan pendampingan agar koperasi pesantren dapat tumbuh lebih profesional dan berdaya saing.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri pengurus Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar, Pengurus Wilayah Mathla'ul Anwar Kalbar, serta jajaran pemerintah daerah yang membidangi koperasi dan UMKM. Pemerintah berharap sinergi antara pesantren, koperasi, dan pemerintah dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi di Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....