KDMP Dinilai Berpotensi Dorong Ekonomi Desa hingga Pasar Internasional

  • 09 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Koperasi Desa Merah Putih
  • Capacity Building

RRI.CO.ID, Pontianak - Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi desa, terutama jika dikelola dengan sistem manajerial yang baik serta didukung pemetaan potensi wilayah secara tepat.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura, Muhammad Fahmi memaparkan, bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah memetakan potensi koperasi, kemudian memastikan kemampuan pengelola dalam menjalankan fungsi manajemen secara menyeluruh.

“Bagaimana memetakan potensi koperasi merah putih, lalu bagaimana memanage-nya. Dalam manajemen itu ada planning, organizing, actuating, dan controlling. Pertanyaannya, apakah ini bisa dilaksanakan oleh seluruh pengelola koperasi,” ujar M Fafmi, saat mengisi materi pada kegiatan Capacity Building Pengurus Koperasi Desa Merah Putih, Kamis, 9 April 2026.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan koperasi tidak hanya berhenti pada aspek internal, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung program pemerintah.

“Kalau itu sudah berjalan, berikutnya apakah koperasi ini punya dampak terhadap masyarakat dan bisa menyampaikan program-program yang diinginkan oleh pemerintah,” lanjutnya.

Fahmi menambahkan, Potensi wilayah disebut menjadi faktor kunci, khususnya di daerah yang memiliki kekuatan di sektor agro. Hal ini dinilai sangat relevan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, peluang pasar juga dinilai terbuka luas. Produk desa tidak hanya dapat dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar luar daerah hingga internasional.

“Pasarnya bukan hanya di desa, tapi bisa ke luar daerah bahkan sampai ke luar negeri,” ungkapnya.

Bisa dilihat, Kalimantan Barat sendiri, katanya, akses menuju pasar global dinilai sangat mendukung, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. “Kalimantan Barat punya pintu internasional dari darat, laut, dan udara. Ini membuka peluang value added dari produk desa untuk bisa sampai ke pasar global,” ungkapnya.

Ia berujar, pengembangan koperasi harus dilakukan secara bertahap melalui roadmap yang jelas. Tahap awal difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti ketahanan pangan, sebelum masuk ke tahap pengembangan bisnis yang lebih luas.

“Di awal tentu tidak langsung besar. Yang penting kebutuhan dasar seperti pangan terpenuhi, karena itu juga berdampak pada penguatan SDM,” jelasnya.

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, koperasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui ekspansi pasar.

“Selanjutnya, apakah bisnis ini bisa menciptakan value di desa melalui pasar-pasar di luar,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengelola koperasi agar mampu menjawab tantangan, baik di tingkat desa maupun lebih luas. “Hari ini yang penting adalah peningkatan kapasitas. Apakah pengelola koperasi mampu menjawab tantangan di desa hingga ke luar,” pungkas Fahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....