Luas Karhutla Kalbar Turun, Apel Siaga Tetap Digelar

  • 05 Jun 2025 11:33 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah menetapkan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan, terhitung mulai tanggal 17 April hingga 31 Oktober 2025. Karena itu, demi memperkuat kesiapsiagaan, sebagai antisipasi kejadian karhutla, digelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2025 di Halaman Kantor Gubernur Kallbar, Kamis (5/6/2025).

Apel ini dipimpin oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalbar serta sejumlah pejabat tinggi baik dari pusat maupun daerah. Pada kesempatan tersebut, Raja menyampaikan jumlah titik api dah luas karhutla di Kalbar mengalami penuruan yang signifikan selama lima tahun terakhir.

Pada tahun 2019, luas karhutla di Kalbar adalah 151.919 ha sedangkan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 94,97%, pada 2023 mengalami penurunan 26,38% dan pada 2024 karhutla yang terjadi di Kalbar seluas 24.154,63 ha turun 84,10% jika dibandingkan tahun 2019.

Berdasarkan hasil pemantauan titik panas (hotspot), periode 1 Januari hingga 30 Mei 2025 tercatat 244 titik di Kalbar. Jika dibandingkan dengan hasil pemantauan periode yang sama pada tahun 2024 lalu, terdapat penurunan yang sangat siginfikan yaitu sebanyak 306 titik (55,6%), di mana pada tahun 2024 tercatat adanya 550 titik.

Raja pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dalam upaya pengendalian karhutla di Kalbar. "Saya tetap berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak di Provinsi Kalimantan Barat agar dapat melakukan upaya pengendalian karhutla yang lebih efektif dengan semangat kerja kerja kolaboratif," ucapnya.

Pelaksanaan apel siaga pengendalian karhutla ini merupakan langkah taktis dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat sehingga diharapkan akan mampu melaksanakan quick response bilamana terjadi karhutla secara masif dan besar.

Usai apel, dilakukan peninjauan gelar peralatan untuk meyakinkan kesiapan pelaksanaan operasional lapangan. Seluruh rangkaian acara bertujuan memperkuat sinergi antar instansi dalam pengendalian karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....