Keutamaan, Amalan dan Peristiwa Penting pada Bulan Rajab
- 20 Des 2025 10:28 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Ustazah Hendon Usman, dalam acara “Mutiara Pagi” Sabtu (20/12/2025), yang dipandu Al Fatih di Pro 1 RRI Pontianak menyampaikan tausiyahnya berjudul “Keutamaan dan Peristiwa Penting di Bulan Rajab”. Pada kesempatan tersebut, Hendon menyampaikan keutamaan, amalan dan peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab.
“Umat Islam seluruh dunia segera memasuki bulan Rajab. Karenanya sejumlah ibadah sangat disarankan dilakukan di bulan istimewa tersebut,” ujarnya.
Rajab merupakan satu di antara empat bulan yang merupakan bulan haram atau bulan yang dimuliakan atau disucikan. Bulan haram atau bulan yang dimuliakan tersebut adalah Muharram, Rajab, Dzulka’idah, dan Dzulhijjah.
“Allah berfirman dalam surah At-Taubah yang artinya, Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya adalah 4 bulan haram yang disebutkan adalah bulan Muharam, Rajab, Dzulka’idah, dan Dzulhijjah,” ucapnya.
Hendon menambahkan, bahwa dalam surah At-Taubah ayat 36, Allah menyebutkan di empat bulan tersebut diharamkan terjadinya peperangan. Selain itu, Abu Na’im dan Ibnu Sunni meriwayatkan bahwa Rasulullah saw, setiap memasuki bulan Rajab, beliau membaca doa.
“Doa yang selalu dibaca Rasulullah yaitu, ya Allah anugerahkan keberkahan kepada ku dan kepada kami semua di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan,” katanya.
Keutamaan lain bulan Rajab di antaranya, malam satu Rajab merupakan salah satu malam yang mustajab untuk memanjatkan doa. “Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Imam Syafii melalui kitabnya, telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan sesungguhnya doa yang dikabulkan pada lima malam yaitu, malam Jumat, malam hari raya (Idulfitri dan Iduladha), dan malam pertama bulan Rajab, dan malam Nisfu Sya’ban,” katanya, menjelaskan.
Pada bulan Rajab, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan ketaatan, salah satunya adalah memperbanyak puasa di bulan Rajab. Disunnahkan pula memperbanyak puasa di bulan haram seperti Dzulka’idah, Dzulhijjah, dan Muharram.
“Tidak ada hadits shohih yang secara khusus menyatakan kesunnahan puasa Rajab. Namun, di sisi lain juga tidak ada larangan secara khusus untuk berpuasa di bulan Rajab. Para ulama mengatakan, bahwa dalil-dalil umum mengenai anjuran berpuasa setahun penuh kecuali lima hari yang diharamkan, yang cukup dijadikan dalil kesunnahan puasa di bulan Rajab,” ujarnya.
Dalil lain mengenai sunnah puasa di bulan Rajab dapat diambil dari dalil umum mengenai dianjurkannya puasa pada empat bulan haram. “Dalam hadits shahih nomor 1960 yang artinya, dari Usman bin Hakim al Anshori bahwa ia berkata: saya bertanya kepada sahabat Said bin Jubair mengenai puasa Rajab dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka iapun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas RA berkata, dulu Rasulullah saw pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dari beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa,” ujarnya.
Selain peristiwa Isra’ Mikraj, yang terjadi pada bulan Rajab, peristiwa lainnya adalah ketika Rasulullah Saw menghadap Allah SWT sampai menembus langit ke 7. “Peristiwa ini merupakan perintah diwajibkannya untuk melaksanakan sholat. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah diperlihatkan keadaan syurga dan neraka,” ujarnya, mengakhiri.
Baca juga: Hikmah Musibah: Sabar dan Syukur Kunci Iman
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....