Hikmah Musibah: Sabar dan Syukur Kunci Iman
- 19 Des 2025 05:31 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program Hikmah Pagi Agama Islam yang disiarkan di Frekuensi 94.3 Mhz RRI Pro 4 Pontianak, Jum’at (19/12/2025), kembali mengangkat tema reflektif yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, yakni hikmah di balik musibah dan bencana. Dalam siaran tersebut, pendengar diajak memahami bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari nikmat sekaligus cobaan.
Penceramah Ustadz Wahyu Fitrahadi membuka tausiah dengan mengingatkan pentingnya rasa syukur atas segala nikmat yang masih diberikan Allah SWT, termasuk kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. “Dan ini semua adalah nikmat dan karunia dari Allah SWT,” ujarnya dalam pengantar siaran.
Dalam Islam, menurutnya, terdapat dua prinsip utama dalam menjalani kehidupan. “Agama Islam ini telah memberikan panduan dengan senantiasa memegang dua prinsip, yaitu “Ashukru inda niyam”, bersyukur ketika mendapatkan nikmat, dan “Asobro inda musibah”, bersabar saat mendapatkan musibah,” tuturnya.
Ustadz Wahyu menegaskan bahwa musibah merupakan sunnatullah yang pasti dialami setiap manusia. Hal tersebut telah ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 155 tentang berbagai bentuk ujian kehidupan, mulai dari rasa takut hingga kekurangan harta dan jiwa.
“Sabar itu adalah menjadi perisai dan senjata orang-orang yang beriman dalam menghadapi beban dan tantangan hidup ini,” katanya, seraya menekankan bahwa kesabaran menjadi ukuran kekuatan iman seseorang.
Lebih jauh, Ustadz Wahyu mengingatkan bahwa musibah sejatinya adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. “Musibah adalah ujian dari Allah sekaligus wujud cintanya pada hambanya,” katanya, merujuk pada hadis Rasulullah SAW tentang besarnya pahala yang sebanding dengan besarnya cobaan.
Ia juga menekankan bahwa sikap sabar tidak boleh dimaknai sebagai menyerah. “Sabar harus diiringi dengan ikhtiar untuk menghadapi ujian yang ada. Bukan lari dari ujian itu sendiri,” ucapnya dengan nada tegas.
Di akhir siaran, Ustadz Wahyu mengajak pendengar untuk terus optimis dan tidak terjebak pada pesimisme dalam menghadapi ujian hidup. Tausiah tersebut ditutup dengan doa agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, serta menjadi golongan yang dicintai dan dilindungi Allah SWT.
Baca juga: Pentingnya Berdo’a bagi Muslim
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....