Bahaya Maksiat yang Mengancam Kehidupan Sehari-hari
- 12 Des 2025 06:57 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program Hikmah Pagi RRI Pro4 Pontianak, edisi Jum’at (12/12/2025), kembali mengangkat tema keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ustad Wahyu Fitrahadi, sang penceramah menekankan besarnya pengaruh perbuatan maksiat terhadap kehidupan seseorang, baik di dunia maupun akhirat.
Ia mengingatkan bahwa kemaksiatan bukan hanya dilarang, tetapi juga memiliki dampak yang merusak hati dan menghalangi keberkahan hidup. Ustad Wahyu menjelaskan bahwa bekal paling penting bagi manusia adalah iman dan takwa. Menurutnya, umat yang gemar melanggar syariat dan menentang aturan Allah akan menghadapi berbagai bentuk kesengsaraan.
“Seburuk-buruk umat itu adalah umat yang tidak mau taat kepada Allah S.W.T. dan umat yang selalu bermaksiat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa maksiat tampak indah di permukaan, tetapi sesungguhnya menyesatkan. Mengutip hadis Rasulullah, ia menyampaikan, “Jannah itu atau surga itu diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci oleh jiwa, dan neraka itu diliputi oleh perkara-perkara yang disukai oleh syahwat.” Ia mengingatkan bahwa kesenangan sesaat dapat membawa dampak panjang yang merugikan.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa maksiat menghalangi datangnya ilmu. Dalam ceritanya mengenai Imam Syafi’i, ia mengutip pesan sang ulama besar.
“Aku pernah mengadu kepada wakil, ia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat. Ia memberitahuku ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tak akan diberikan kepada pelaku maksiat,” tuturnya.
Selain menghalangi ilmu, kemaksiatan juga disebut menghambat rezeki. Ia mengutip sabda Nabi yang menyatakan bahwa seseorang bisa terhalang rezekinya akibat dosanya sendiri. Dampak lainnya adalah kehampaan hati. Menurutnya, hati manusia akan terasa kosong dan jauh dari Allah ketika terbiasa melakukan dosa.
Ustad Wahyu menyebutkan bahwa orang yang terbiasa bermaksiat juga cenderung menjauh dari lingkungan yang baik. Akibatnya, peluang mendapatkan nasihat dan ajakan pada kebaikan menjadi hilang. Bahkan, seseorang bisa justru terjerumus dalam kelompok yang sama-sama menyukai perbuatan dosa.
Menutup tausiyahnya, Ustad Wahyu Fitrahadi mengajak seluruh pendengar untuk menjauhi perbuatan buruk. “Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagi saya dan bagi para jamaah semuanya. Dan semoga Allah S.W.T. melindungi kita dari perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat,” ucapnya sebelum menutup siaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....