Pontianak Punya Ruang Cerita untuk Perempuan

  • 25 Sep 2025 22:23 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Acara Jaga Malam edisi Selasa, 23 September 2025 di Pro 2 RRI Pontianak menghadirkan dua narasumber dari komunitas Ruang Wanita Bercerita (RWB), yakni Ratih dan Uun. Mereka hadir langsung di studio bersama penyiar Naufal Rifqi, berbagi kisah seputar lahirnya ruang aman bagi perempuan untuk saling mendengar, berbicara, dan bertumbuh.

Ratih menuturkan bahwa RWB berawal sejak Juni 2022 dari empat perempuan yang merasa pentingnya memiliki wadah untuk berbagi. “Ruang-ruang bercerita tuh sebenarnya dari tahun kemarin. Itu di bulan Juni, berawalnya dari empat perempuan sebenarnya,” uCap Ratih. Komunitas ini kemudian berkembang dengan hadirnya anggota dan relawan yang kini sudah belasan jumlahnya.

Sementara itu, Uun menambahkan kisah unik pertemuan dirinya dengan Ratih. Awalnya, ia berprofesi sebagai terapis dengan sertifikasi deep therapist dari Bandung.

Dari pertemuan sebagai terapis dan klien, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan yang kemudian mendorong terbentuknya komunitas. “Awalnya kan saya itu seorang terapis dan seorang coach. Dari situ bertemu sama Kak Ratih, akhirnya gimana kalau kita jadiin komunitas aja ya?” kata Uun.

Seiring berjalannya waktu, RWB mengembangkan beragam kegiatan seperti seminar dan kelas pengembangan diri. Menurut Uun, mereka tidak hanya membicarakan kesehatan mental, tapi juga topik lain seperti pengelolaan keuangan, bisnis, pendidikan, hingga keterampilan kecantikan. “Jadi, pengin holistik gitu, Bang. Sebenarnya ruang wanita bercerita itu benar,” katanya.

Meski fokus pada perempuan, Ratih menekankan bahwa kebutuhan untuk bercerita sejatinya dialami juga oleh laki-laki. “Malah yang sulit untuk mulai bercerita ke pihak kedua itu malah laki-laki. Maka laki-laki yang sering pusing, aku harus ke mana? Aku harus kayak gimana? Akhirnya terkurung dengan aku seorang pemimpin,” tuturnya.

Diskusi juga menyinggung pengalaman terapi, termasuk tantangan dalam menghadapi trauma masa lalu. Ratih menceritakan bahwa proses penyembuhan membutuhkan waktu dan kepercayaan. “Saya aja terapi sama Kak Uun itu di ketiga baru bisa diulik, pintunya baru bisa kebuka,” katanya. Sedangkan Uun menambahkan, “Penting banget karena kalau cerita itu tetap dipendam ke diri sendiri, akhirnya kepala itu berantem sama hati,” ujarnya.

Bujang Dare Pontianak Ajak Anak Muda Lestarikan Budaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....