Ngopi di Prancis dan Eropa

  • 10 Mei 2026 12:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di Pontianak kopi sering dinikmati sebagai bagian dari kebersamaan. Di Jakarta kopi kerap dijadikan gaya hidup dan sesuatu yang kekinian. Nongkrong lama di warkop adalah hal biasa.

Menolak ajakan ngopi kadang bisa dianggap kurang akrab, karena kopi sering jadi jembatan untuk membangun hubungan sosial. Dan kopi juga sering digunakan sebagai sarana interaksi.

Pengalaman saya di Eropa beberapa minggu lalu, saat di Prancis, saya lihat kopi dinikmati dengan santai. Terutama di kafe pinggir jalan. Duduk lama sambil ngobrol, di sana adalah hal yang wajar.

Sahabat saya, Judith mengatakan, di Prancis atau umumnya Eropa, memesan kopi langsung pergi bisa dianggap kurang menghargai suasana. Di sini, kata dia, kopi lebih dari sekadar minuman. "Ini bagian dari gaya hidup", ujarnya.

Begitupun saat di Italia, saya dapati di sini kalau cappuccino hampir tidak pernah diminum setelah siang hari. Minuman berbasis susu ini dianggap terlalu berat untuk diminum setelah makan.

Kata Judith, di Italia ini orang lokal biasanya beralih ke espresso yang diminum cepat sambil berdiri di bar. Beda dengan di Prancis, di sini duduk lama sambil ngopi juga kurang umum di banyak kafe tradisional.

Cappuccino khas Italia. Tidak diminum setelah siang hari. Terlalu berat untuk dinikmati sehabis makan siang. (Foto: Din Osman)

Memahami etika minum kopi di berbagai negara tentunya bukan hanya soal sopan santun, tapi juga cara menghargai budaya setempat. Karena di balik secangkir kopi, selalu ada cerita dan kebiasaan yang berbeda.

Lain lagi penjelasan dari sahabat saya Ferrys. Kata dia, dalam dunia kopi, ada istilah off menu, yaitu minuman yang tidak tercantum di menu, tapi tetap dikenal oleh barista dan pelanggan tertentu. Salah satunya adalah magic.

Magic berasal dari Melbourne, Australia. Minuman ini populer keseimbangan antara rasa kopi dan susu yang pas, tidak terlalu ringan, tapi juga tidak terlalu kuat. Nampaknya sahabat saya Ferrys menyukai magic ini.

Magic bukan standar menu internasional. Namun di kalangan barista, ini sudah jadi hidden menu yang cukup familiar, terutama di coffee shop specialty. Magic menunjukkan bahwa dunia kopi itu luas dan terus berkembang.

Tidak semua menu tertulis, tapi tetap punya karakter unik, sebagaimana gaya minum kopi di Prancis, Italia, Amsterdam dan di Pontianak ataupun di Jakarta. (***)

Penulis: Syafaruddin Daeng Usman

Baca juga: Menyambangi Multatuli Huis di Amsterdam

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....