Gula Tarik (Gulali): Jajanan Manis yang Pernah Jadi Primadona

  • 09 Apr 2026 15:24 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Gula tarik atau gulali merupakan jajanan tradisional yang pernah menjadi primadona di kalangan anak-anak Indonesia, terutama pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Jajanan ini biasanya dijajakan oleh pedagang keliling yang membawa alat sederhana, seperti tongkat dan wadah gula yang telah dimasak.

Daya tarik utama gulali bukan hanya rasanya yang manis, tetapi juga proses pembuatannya yang unik dan menghibur. Gulali dibuat dari gula yang dipanaskan hingga mencair, kemudian didinginkan hingga mencapai tekstur elastis. Setelah itu, gula ditarik, dilipat, dan dibentuk berulang kali hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan bisa dibentuk sesuai keinginan.

Pedagang biasanya membentuk gulali menjadi berbagai bentuk menarik seperti bunga, hewan, atau karakter sederhana, yang membuat anak-anak semakin tertarik untuk membeli. Keunikan lain dari gula tarik adalah interaksi langsung antara penjual dan pembeli.

Anak-anak sering berkumpul mengelilingi pedagang untuk menyaksikan proses pembuatan gulali secara langsung. Bahkan, beberapa penjual memberi kesempatan kepada pembeli untuk memilih bentuk yang diinginkan. Momen ini menciptakan pengalaman tersendiri yang sulit dilupakan.

Selain rasanya yang manis, gulali juga memiliki nilai nostalgia yang kuat. Bagi banyak orang dewasa saat ini, gulali mengingatkan pada masa kecil yang sederhana dan penuh kebahagiaan. Jajanan ini menjadi bagian dari budaya kuliner tradisional yang pernah menghiasi lingkungan sekolah, pasar, dan acara keramaian.

Namun, seiring perkembangan zaman, popularitas gulali mulai menurun. Munculnya berbagai jajanan modern dan makanan instan membuat gulali tersisih. Selain itu, faktor kebersihan dan kesehatan juga menjadi perhatian, sehingga orang tua lebih selektif dalam memilih jajanan untuk anak-anak mereka.

Meski begitu, gula tarik atau gulali tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Hingga kini, jajanan ini masih bisa ditemukan di beberapa acara tradisional, festival, atau pasar malam. Gulali bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang menyimpan kenangan manis bagi banyak generasi.

Baca juga: Kangkung, Sayuran Populer yang Dianggap Invasif di Beberapa Negara

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....