Gado-Gado Legend Bu Nur Pontianak
- 31 Okt 2025 15:42 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Sejak puluhan tahun lalu, Gado-Gado Legend Bu Nur telah menjadi saksi cita rasa kuliner khas Pontianak yang tak lekang oleh waktu. Dengan racikan bumbu kacang yang lembut, gurih, dan penuh aroma rempah. Setiap suapan menghadirkan kehangatan dan kenangan masa lalu yang autentik.
Sayuran segar pilihan, lontong empuk, telur rebus sempurna, serta tambahan kerupuk renyah berpadu harmonis dalam satu piring mewujudkan kelezatan sejati yang hanya bisa ditemukan di Gado-Gado Bu Nur yang terletak di Jalan Cendana Merdeka, Kota Pontianak.
Bu Nurwati yang biasa orang panggil Bu Nur berusia 65 tahun yang sejak 4 tahun lalu ditinggalkan suami tercinta akibat penyakit stroke. Sementara ketiga anaknya yang tinggal menyisakan satu orang kini sudah menikah dan pisah rumah dengan Bu Nur.
Warung yang sederhana dalam tampilan, luar biasa dalam rasa. Pasti masyarakat di Kota Pontianak sudah kenal dengan sosok Bu Nur perawakan kuning langsat murah senyum ini. Sudah lebih dari tiga dekade dia berdiri di balik gerobak kayu kesayangannya, melayani pelanggan dari berbagai generasi.
Bu Nur saat ditemui reporter RRI mengucapkan terima kasih sudah mencoba gado-gado miliknya. "Terima kasih Bapak-Bapak sudah mencoba gado-gado saya ini," ucapnya.
Bu Nur menyampaikan, gado-gado yang dijualnya hanya Rp13.000 per porsi, dengan jam buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.00 WIB.

Bu Nur yang berperawakan kuning langsat asal dari Ketapang ini sangat bahagia sekali dan puas apabila pelanggan suka dengan gado-gadonya. "Rasanya kalau ada yang bilang ‘Bu, bumbunya mantap!’ itu lebih dari cukup," katanya sambil tersenyum.
Setiap hari warungnya tak pernah sepi. Dari pegawai kantoran, mahasiswa, hingga warga sekitar, semuanya datang karena cita rasa khas bumbu kacang racikan Bu Nur yang tidak berubah sejak dulu. Banyak pelanggan yang dulu masih anak-anak, kini datang bersama keluarga mereka sendiri. "Itu rasanya seperti punya keluarga besar," ucapnya haru.
Namun, di balik senyum ramahnya, perjuangan panjang tersimpan rapi. Bu Nur sudah terbiasa bangun sejak pukul empat pagi untuk menyiapkan bahan-bahan segar, merebus sayur, menggoreng tahu dan tempe, serta meracik bumbu kacang. Panas terik siang hari dan hujan deras tidak jarang membuat dagangan sepi.
"Kadang cuma laku sedikit, tapi tetap harus semangat. Rezeki sudah diatur," katanya dengan nada ikhlas.
Tantangan lain datang dari persaingan dengan makanan modern dan pesanan daring. Namun, Bu Nur tetap percaya bahwa pelanggan akan kembali karena rasa dan kehangatan pelayanan yang tulus.
Kini, banyak orang menyebut gado-gado Bu Nur sebagai kuliner legendaris Pontianak. Warungnya menjadi tempat penuh kenangan, bukan hanya karena rasanya yang autentik, tapi juga karena kisah ketulusan di balik setiap piring yang disajikan.
"Selama masih kuat, saya akan terus jualan. Gado-gado ini sudah jadi bagian hidup saya," tutur Bu Nur sambil mengaduk bumbu kacang di cobek batu tuanya.
Baca juga: Kue Sagu Bakar Pontianak, Kuliner Tradisional Tetap Bertahan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....