Tips Diet Sehat dan Aman dari Ahli Gizi

  • 31 Mei 2024 12:26 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Diet menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara mengatur jumlah makan dan minum yang masuk ke dalam tubuh untuk mencapai berat badan yang ideal. Bagi sebagian orang ada yang melakukan diet dengan cara berkonsultasi, namun tidak sedikit yang melakukannya tanpa pengawasan ahli gizi.

Banyak obat-obatan bahkan jamu yang menawarkan langsing dengan cara cepat, namun hal tersebut sebaiknya perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter maupun ahli gizi. Ada kekhawatiran apabila obat-obatan atau jamu yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan berdampak bagi kesehatan.

“Sebagian besar penderita kelebihan berat badan menginginkan penurunan berat badan secara instan dengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat. Penyebab gagalnya penurunan berat badan karena menginginkan hasil yang instan. Mereka nggak sabar menjalani diet sehat dalam penurunan berat badan secara bertahap. Banyak orang yang makannya terlalu sedikit kemudian menggunakan obat-obatan tanpa pengawasan tenaga kesehatan dan tidak melakukan olahraga,” ujar ahli gizi Tri Hidayat, S.Gz., M.Gz., RD kepada RRI, Jum’at (31/5/2024).

Idealnya penurunan berat badan yang baik menurutnya, dilakukan secara bertahap, setengah kilo sampai satu kilo per minggu. Berikut tips diet sehat dengan cara memperhatikan jenis makanan, jumlah serta frekuensinya dan cara tepat untuk mengukur porsi makanan tanpa diet dengan pola piringku.

“Konsep piring t, dalam satu piring, setengah piringnya adalah sumber serat seperti sayuran dan buah kemudian seperempatnya itu adalah sumber karbohidrat seperti nasi kayak atau kentang atau mie dan sebagainya dan seperempatnya adalah sumber protein. Jangan lupa untuk memenuhi asupan cairan harian serta melakukan namanya olahraga secara rutin,” katanya.

Untuk mengetahui kita butuh diet atau tidak yaitu dengan penentuan indeks massa tubuh (IMT). “Rumusnya berat badan dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat misalnya berat badan 50 tinggi badan 160 berarti 50 dibagi 1, 6 x 1, 6. Dikatakan status gizi normal jika IMT (indeks massa tubuh) di antara 18, 5 sampai 22, 9 untuk kategori Asia Pasifik atau 18,5 - 25 untuk standar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dikatakan obesitas, kalau nilai IMT diatas 25 dan obesitas rate 2 kalau nilai IMT lebih atau sama dengan 30,” ucapnya.

Selain nilai IMT, menurutnya untuk menentukan apakah seseorang mengalami obesitas sentral dapat dilihat dari lingkar perutnya. Lingkar perut laki-laki ukurannya lebih dari 90 dan wanita biasanya lebih dari 80 cm itu dikategorikan mengalami obesitas sentral.

“Persentase obesitas paling banyak berdasarkan data terbaru data SKI( survei kesehatan Indonesia) tahun 2023 pada usia di atas 15 tahun menyatakan bahwa proporsi obesitas pada perempuan berdasarkan IMT 31,2%. Sedangkan pria dengan status gizi obesitas menurut IMT yaitu 15,7%. Dari data tersebut ternyata obesitas sentral pada wanita lebih tinggi yaitu 54, 1% dan pada pria 19, 7%,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....